Saham Jerman Melanjutkan Untung, Saham Inggris Melemah

Ilustrasi. Grafik indeks harga saham DAX Jerman digambarkan di bursa saham di Frankfurt, Jerman - Foto Ant.

FRANKFURT – Saham-saham Jerman, kembali berakhir lebih tinggi pada perdagangan Senin (29/3/2021). Kondisi yang memperpanjang keuntungan untuk hari ketiga berturut-turut.

Indeks acuan DAX 30 di Bursa Efek Frankfurt, terkerek 0,47 persen atau 68,78 poin, menjadi menetap di 14.817,72 poin. Indeks DAX 30 bertambah 0,87 persen atau 127,58 poin menjadi 14.748,94 poin pada Jumat (26/3/2021).

Sempat menguat 0,08 persen atau 10,97 poin menjadi 14.621,36 poin pada Kamis (25/3/2021), dan melemah 0,35 persen atau 51,63 poin menjadi 14.610,39 poin pada Rabu (24/3/2021). Dari 30 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks DAX 30, sebanyak 21 saham berhasil membukukan keuntungan. Sementara sembilan saham lainnya mengalami kerugian.

Kelompok perusahaan utilitas listrik Eropa, yang berbasis di Essen, Jerman, E.ON, meraih keuntungan paling besar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips. Harga sahamnya melonjak 2,40 persen. Diikuti saham perusahaan produsen otomotif terkemuka Jerman, BMW, yang terangkat 2,16 persen, serta perusahaan telekomunikasi, Deutsche Telekom, bertambah 1,75 persen.

Sementara itu, Deutsche Bank, perusahaan jasa keuangan dan perbankan multinasional Jerman, mencatat kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan nilai sahamnya anjlok 3,32 persen. Disusul oleh saham perusahaan jasa pemesanan dan pengiriman makanan daring multinasional Eropa, Delivery Hero, yang kehilangan 2,52 persen, serta perusahaan properti dan pengelola fasilitas tempat tinggal Deutsche Wohnen, yang sahamnya jatuh 2,45 persen.

Perusahaan perangkat lunak multinasional SAP, sahamnya menjadi paling banyak diperdagangkan di sepanjang hari, dengan nilai transaksi mencapai 245,60 juta euro (289,42 juta dolar AS).

Sementara itu, saham-saham Inggris berakhir sedikit lebih rendah, pada perdagangan Senin (29/3/2021). Kondisinya berbalik melemah, dari kenaikan akhir pekan lalu, dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London tergerus 0,07 persen atau 4,42 poin menjadi menetap di 6.736,17 poin.

Indeks FTSE 100 bangkit 0,99 persen atau 65,76 poin menjadi 6.740,59 poin, pada Jumat (26/3/2021). Sempat terpangkas 0,57 persen atau 38,06 poin menjadi 6.674,83 poin pada Kamis (25/3/2021). Kemudian menguat 0,21 persen atau 13,70 poin menjadi 6.712,89 poin pada Rabu (24/3/2021).

Flutter Entertainment Public Limited Company, perusahaan layanan perjudian daring Inggris, berkinerja paling buruk (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya merugi 3,31 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan properti dan pengembang perumahan Inggris, Persimmon, yang terpuruk 3,11 persen, serta perusahaan penyedia produk dan jasa untuk ancaman dan deteksi barang selundupan, perangkat medis, energi, dan komunikasi Smiths Group, yang sahamnya jatuh 3,04 persen.

Sementara itu, Renishaw, perusahaan yang mendesain, mengembangkan, memproduksi, dan menjual peralatan pengukur dan kalibrasi presisi berteknologi tinggi Inggris, sahamnya melonjak 4,17 persen, menjadi peraih keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Diikuti oleh saham kelompok perusahaan manufaktur produk-produk kebersihan rumah tangga dan perkantoran, Reckitt Benckiser, yang sahamnya terangkat 3,01 persen. Serta perusahaan induk telekomunikasi multinasional Inggris BT Group, yang sahamnya meningkat 2,94 persen. (Ant)

Lihat juga...