Sambal Tempoyak, Pelezat Kuliner Olahan Ikan di Lampung

Editor: Mahadeva

LAMPUNG  Lampung, memiliki kekayaan kuliner olahan baik ikan laut maupun ikan air tawar. Menunya biasa dimasak dengan cara dibakar atau digoreng. Namun, penyajiannya akan semakin lezat, dengan tambahan sambal tempoyak.

Nurhayati, pemilik warung makan Dua Putri di Ketapang, Lampung Selatan menyebut, sambal tempoyak adalah menu penambah kelezatan makanan. Sambal tempoyak, berbahan utama daging durian yang telah difermentasi, dengan cara menyimpan di botol atau toples, dengan diberi tambahan garam dan cabai. Setelah didiamkan beberapa waktu, fermentasi daging durian bisa dicampurkan dengan terasi.

Sambal, hasil dari perpaduan antara cabai rawit, terasi, bawang merah, bawang putih, akan menjadi sambal tempoyak yang khas. Dan sambal tempoyak, akan semakin lengkap disajikan bersama lalapan. Di tradisi makan bersama warga Lampung, selalu menghadirkan seruit, yaitu ikan yang diolah dengan cara dibakar, digoreng lalu disajikan lengkap dengan sambal tempoyak dan lalapan.

Lalapan dan sambal tempoyak dinikmati oleh Christeva dengan nasi hangat di Teluk Betung, Bandar Lampung, Sabtu (20/3/2021) – Foto Henk Widi

“Makan bersama menjadi simbol kebersamaan masyarakat asli Lampung, yang dipertahankan hingga kini dengan kuliner sambal tempoyak. Kegiatan nyeruit, menjadi aktivitas makan yang dilakukan dengan memakai tangan, lengkap dengan sejumlah lalapan direbus atau dalam kondisi setengah matang,” terang Nurhayati, saat ditemui Cendana News, Sabtu (20/3/2021).

Lalapan teman makan yang biasa ditemui adalah, daun kemangi dan daun jambu mete. Beberapa daun rebusan jenis pepaya, singkong, wortel, brokoli, daun adas, juga kerap disertakan. Keberadaan lalapan menambah kesegaran santapan.

Yulis, salah satu pelanggan warung makan Dua Putri menyebut, sambal tempoyak memiliki rasa khas. Meski hasil fermentasi durian, namun adanya campuran terasi, dan bahan sambal lainnya, menjadikan sambal tempoyak nikmat. “Lengkapnya kuliner sambal tempoyak, akan semakin lezat dengan adanya beragam lalapan untuk pelengkap cocolan sambal,” cetusnya.

Cita rasa asam, pedas, harum dan manis berpadu dengan rasa gurih daging ikan, menjadi kelezatan yang hakiki untuk dinikmati. Meski terbilang sederhana, namun sajian sambal tempoyak akan selalu ada saat acara makan tradisional di Lampung. Nursanti, warga Bakauheni, Lampung Selatan menyebut, untuk menemani sambal tempoyak ia menyediakan lalapan jengkol. Sambal tempoyak akan semakin lezat, saat disajikan dengan nasi hangat.

Christeva, salah satu penyuka sambal tempoyak menyebut, sangat menyukai cara mencocol sambal tempoyak dengan sayur. Menggunakan lauk ikan bakar, sambal tempoyak akan menjadi penyedap rasa nasi hangat.

Lihat juga...