Sasimpok Labu, Kue Tradisional nan Lezat dari Lampung Selatan

Editor: Mahadeva

LAMPUNG  Salah satu kuliner yang kerap dibuat masyarakat pedesaan di  Lampung Selatan adalah Sasimpok. Kali ini ada yang mengkreasikan dengan bahan labu.

Mariawati, pedagang kuliner tradisional di Lampung Selatan menyebut, sasipok atau sasimpok, bisa dibuat dari singkong, pisang. Namun, warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan tersebut berkreasi membuat Sasimpok dengan labu, yang dibuat dari jenis labu madu.

Proses pembuatan sasimpok labu cukup sederhana. Mariawati memilih bilah labu madu karena memiliki ukuran kecil bila dibanding labu bulat kuning. Ia kerap mempergunakan labu madu untuk dikukus dan diolah menjadi kolak. Labu madu yang dipilih untuk membuat sasimpok, berasal dari jenis yang telah tua. Ditandai warna kuning gelap labu madu bisa digunakan sebagai bahan sasimpok.

Selain labu madu, bahan yang diperlukan adalah gula pasir, garam, vanili, tepung beras, tepung terigu. Sebagai kemasan ia memilih daun pisang kepok, untuk membungkus bahan sasimpok. Labu madu yang telah dibersihkan selanjutnya dikukus memakai dandang selama seperempat jam, dengan api sedang untuk melunakkan daging labu madu.

“Daging buah labu madu sudah cukup lezat saat dikukus, untuk membuat sasimpok dikerok bagian daging buah dengan sendok lalu masukkan dalam baskom untuk dibuat menjadi adonan bersama garam, gula, tepung beras dan vanili dengan sedikit minyak goreng,” terang Mariawati, saat ditemui Cendana News, Sabtu (27/3/2021).

Penggunaan minyak goreng agar adonan tidak lengket. Proses pembuatan adonan bisa dilakukan dengan cara memblender semua bahan. Cara manual dilakukan dengan menguleni semua bahan memakai tangan.

Sasimpok labu semakin lezat disajikan selagi hangat disukai Christeva di Desa Pasuruan, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, Sabtu (27/3/2021) – Foto Henk Widi

Setelah adonan tercampur merata, tahap selanjutnya siapkan daun pisang. Daun pisang kepok yang telah dilayukan akan dipergunakan untuk membungkus sasimpok. Setelah semua adonan dibungkus memakai daun pisang, selanjutnya sasimpok dikukus. Proses pengukusan bertujuan melayukan daun pembungkus dan mematangkan adonan sasimpok. Proses pematangan sasimpok labu dilakukan dengan api sedang selama kurang lebih setengah jam.

Pemanasan air pada dandang akan mempercepat proses pematangan sasimpok labu. “Sasimpok labu akan matang ditandai dengan berubahnya semua adonan menjadi kenyal dan tidak lengket dengan daun,” tandasnya.

Sebagai makanan tradisional yang dikenal sebagai makanan khas Lampung Selatan (Lamsel), sasimpok kerap disajikan pada acara tradisional. Saat ini, kreasi sasimpok dibuat dengan penambahan variasi warna seperti memakai daun suji atau daun pandan. Kue tersebut menjadi salah satu jajanan pasar berbahan labu yang semakin nikmat disajikan selagi hangat. Rasa kenyal, manis dan gurih semakin lengkap menemani teh atau kopi.

Christeva, salah satu penyuka sasimpok labu menyebut, rasa khas kue itu sangat disukai. Sasimpok yang baru diangkat dari proses pengukusan memiliki aroma daun pisang, paduan wangi vanili. Tekstur kenyal daging buah labu madu yang telah dikukus semakin lezat karena berpadu dengan gula.  “Sasimpok labu semakin lezat dengan dinikmati bersama secangkir teh hangat sebagai pengganti nasi,” cetusnya.

Robiin, petani di Desa Bakauheni, Lampung Selatan menanam labu madu untuk bahan kuliner. Mendekati Ramadan, tanaman berusia sekitar 75 hari itu bisa dipanen beberapa hari sebelum Ramadan. Buah labu madu kerap dinikmati dengan cara dikukus, dibuat menjadi kolak. Harga labu madu mencapai Rp20.000 hingga Rp30.000 perkilogram. Labu madu juga biasa dijadikan bahan pembuatan dodol, yang digunakan sebagai kuliner sajian saat lebaran.

Lihat juga...