SDN Prembulan Ajarkan Siswa Berkebun dan Jaga Lingkungan

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Suasana hijau dan asri begitu terasa saat memasuki SD Negeri Prembulan, yang terletak di jalan Wates-Bantul, tepatnya dusun Prembulan, desa Pandowan, Galur, Kulon Progo.  Berbagai jenis tanaman nampak tertata rapi hampir di setiap sudut sekolah. Baik itu tanaman hias, tanaman bunga, tanaman buah dalam pot (tabulampot), hingga tanaman obat keluarga (toga), dan sebagainya. 

Sekolah ini bahkan memiliki lahan kebun atau sawah yang secara khusus digunakan untuk bercocok tanam bagi guru maupun siswa. Sehingga, tak heran jika sekolah ini rutin mendapatkan pemasukan dari hasil menjual bibit tanaman.

Ya, SD Negeri Prembulan merupakan sekolah peraih penghargaan Adiwiyata tingkat provinsi pada 2018, lalu. Saat ini, SD Negeri Pembulan bahkan tengah maju mewaliki DIY untuk maju sebagai sekolah Adiwiyata tingkat nasional.

Tak hanya itu, Kepala Sekolah SD Negeri Pembulan, Teguh Santosa, S.Pd., M.Pd., juga didaulat masuk sebagai nominasi peraih Kalpataru pengabdi lingkungan hidup tingkat nasional asal Kulon Progo.

Suasana SD Negeri Prembulan di jalan Wates-Bantul, dusun Prembulan, desa Pandowan, Galur, Kulon Progo, Yogyakarta, Kamis (18/3/2021). –Foto: Jatmika H Kusmargana

Ditemui Cendana News, ia mengaku mulai menggalakkan penghijauan di lingkungan sekolah sejak beberapa tahun terakhir. Memanfaatkan sebagian dana BOS, ia mengajak seluruh elemen sekolah menjaga kondisi lingkungan sekolah menjadi lebih baik.

Mulai dari menanam berbagai jenis tanaman, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, membuat sanitasi berupa drainase hingga membuat biopori atau gorong-gorong yang sangat bermanfaat.

“Semua guru serta siswa, kita ajak menanam dan merawat tanaman. Seperti mengolah sampah menjadi pupuk organik. Memperbanyak tanaman dengan cara stek atau cangkok, hingga menjaga kelestarian lingkungan sekitar,” katanya.

Selain berdampak pada kondisi lingkungan yang lebih bersih dan tertata, kegiatan semacam ini juga dinilai sangat penting guna menumbuhkan semangat siswa dalam menjaga kelestarian lingkungan. Termasuk menambah pengetahuan mereka akan ilmu pertanian serta berbagai manfaatnya.

“Siswa tidak hanya menjadi tahu dan mengenal manfaat dari berbagai jenis tanaman. Namun, juga bisa belajar memulai usaha dari membudidayakan tanaman. Lingkungan juga menjadi lebih bersih, tertata dan lestari,” katanya.

Selain mendorong penghijauan dan kelestarian lingkungan di sekolahnya sendiri, Teguh juga aktif mendorong dan membina sekolah-sekolah lain di sekitarnya untuk melakukan hal serupa. Ia bahkan juga menjadi penggerak pelestari lingkungan, baik lewat kelompok tani maupun karang taruna.

Seperti mendorong penanaman pohon mangrove di kawasan pesisir pantai Trisik, Kulon Progo hingga mendorong kegiatan perlawanan terhadap pencemaran sungai. Di antaranya adalah dengan menyebarkan eko enzim yang berfungsi mengembalikan ekosistem di sungai Progo.

“Dengan makin banyak masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pelestarian lingkungan semacam ini, maka proses kerusakan lingkungan seperti abrasi, erosi, pencemaran, dan lain-lain diharapkan akan makin berkurang. Sehingga manfaatnya juga bisa dirasakan secara lebih luas,” ungkapnya.

Lihat juga...