Sebulan ada 26 Warga Bancarkembar Purwokerto Terkena DBD dan Chikungunya

Editor: Mahadeva

PURWOKERTO – Dalam satu bulan terakhir, ada 26 warga RW 10, Kelurahan Bancarkembang, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas terkena Demam Berdarah Dengue (DBD) dan chikungunya. Beberapa diantaranya sampai harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Salah satu warga, Priyono mengungkapkan, awalnya hanya 1-2 warga yang sakit, tetapi dalam minggu kedua kemudian semakin banyak yang terkena chikungunya. Hingga Sabtu (27/3/2021), total ada 23 orang warga terkena chikungunya dan tiga warga lainnya terkena DBD. “Kemarin ada beberapa yang harus menjalani perawatan di rumah sakit dan sekarang sudah mulai ada yang pulang ke rumah, kondisinya juga berangsur membaik,” katanya, Sabtu (27/3/2021).

Lebih lanjut Priyono menyatakan, saat ini semua perhatian memang terfokus pada pemberantasan COVID-19, sehingga sedikit abai terhadap penyakit lainnya. Padahal saat ini, masih turun hujan, meskipun intensitasnya sudah jauh menurun. Namun, genangan-genangan akibat air hujan tetap bermunculan dan menjadi tempat berkembangnya nyamuk.

Salah satu warga Bancarkembar, Priyono di rumahnya, Sabtu (27/3/2021). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

“Lingkungan di RW 10 ini sebenarnya sudah cukup bersih, warga juga tertib dalam pembuangan sampah dan  ada petugas yang rutin membersihkan jalanan. Tetapi karena musim pancaroba, sehingga nyamuk tetap ada saja,” tuturnya.

Terkait puluhan warga yang terserang DBD dan chikungunya, pihak kelurahan sudah mengajukan surat permohonan untuk dilakukan foging ke Puskesmas Purwokerto Utara 1. Dan oleh pihak puskesmas surat permohonan tersebut sudah diteruskan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas.

Namun, sampai hari ini belum dilakukan foging. “Surat permohonan foging sudah disampaikan ke Dinkes 6 Maret lalu, sebelum banyak warga yang terkena chikungunya. Sewaktu masih dua sampai tiga orang yang terkena, warga sudah resah, sehingga pihak kelurahan meminta foging atas usulan warga,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengatakan, pada prinsipnya pihaknya siap untuk melakukan foging, sepanjang masyarakat membutuhkan. Dan untuk kasus di Kelurahan Bancarkembar, Kecamatan Purwokerto Utara, jadwal foging sudah turun, yaitu akan dilakukan pada  29 Maret dan 5 April mendatang.

Meskipun sudah dijadwalkan, namun warga diminta untuk secara rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamak (PSN), karena lebih efektif untuk memberantas nyamuk.  “Foging itu hanya membunuh nyamuk yang besar, sedangkan untuk jentik-jentiknya tetap hidup, sehingga yang lebih efektif adalah PSN. Tetapi untuk permohonan foging, kita akomodir juga dan akan dilakukan minggu depan sebanyak dua kali di lokasi tersebut,” pungkasnya.

Lihat juga...