Sedapnya Soto Dahlok yang Digemari Warga Jember

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JEMBER – Salah satu kuliner yang lezat dan digemari warga Jember, Jawa Timur, yakni soto dahlok.

Dwi Sugiarto, penerus generasi ketiga pedagang soto dahlok menyatakan, menu makanan soto tentu tidak asing bagi semua orang. Apalagi soto dahlok bagi warga Jember.

Dwi Sugiarto, penjual soto dahlok, saat ditemui Cendana News, Sabtu (27/3/2021). – Foto: Iwan Feri Yanto

“Kuliner masakan soto dahlok memiliki rasa yang khas sejak zaman dulu. Walaupun beberapa saudara saya membuka usaha soto yang sama seperti saya, tapi soal rasa masih bisa berbeda,” ujar Dwi Sugiarto kepada Cendana News, di kawasan Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Jember, Sabtu (27/3/2021).

Memiliki rasa yang khas, soto dahlok masih terus diminati para pembeli hingga kini.

“Pengunjung yang datang rata-rata mereka sudah pernah ke sini. Ada juga yang disarankan  keluarga atau tetangga,” ungkapnya.

Menjalani usaha kuliner soto, Dwi mengaku, melanjutkan tradisi neneknya yang punya keahlian membuat kuliner soto. Dulu awalnya, mulai dari jualan di pinggir jalan menggunakan alat pikulan, sampai saat ini mampu memiliki tempat yang permanen.

“Usaha kuliner soto kami didirikan sejak tahun 1948. Tempatnya dulu di depan itu, sebelum masuk pintu gang dahlok. Nama dahlok merupakan nama toko optik. Namun toko optik yang ada sudah tutup. Tapi, justru menjadikan soto dahlok terkenal,” tandasnya.

Untuk dapat menyajikan masakan yang sedap dengan tampilan kuah yang jernih namun rasanya terasa awet setelah ditelan, merupakan tantangan bagi para pelaku usaha kuliner, khususnya soto.

“Meskipun untuk makanan soto tentu resepnya antara satu dengan yang lain tidak jauh berbeda. Bahan-bahannya pun sama, serta cara pengolahannya sama. Hanya saja jika yang lain ditambahi dengan bahan koya di dalamnya, soto dahlok tidak menggunakan koya,” ucapnya.

Riska Claeys, pembeli yang datang mengaku, dirinya diberi tahu orang tuanya tentang kuliner soto yang enak di sekitar kota Jember.

Riska Claeys saat ditemui setelah dirinya selesai menikmati sajian soto dahlok, Sabtu (27/3/2021). – Foto: Iwan Feri Yanto

“Tadi sebelum saya berangkat dari rumah di Puger, orang tua saya menyarankan untuk mencoba kuliner soto dahlok. Kata orang tuaku, sotonya enak, dan sudah berdiri sejak tahun 1948,” ucapnya.

Pertama kali Riska mengaku kebingungan di mana lokasi soto yang dicari. Bermodal tanya ke sejumlah orang akhirnya bisa sampai ke tempat soto dahlok dijual.

“Setelah selesai saya nyoba sendiri, tentang rasa soto dahlok, memang enak. Dimakan siang hari, maka rasa jeruknya juga terasa dan membuat lebih segar tenggorokan. Selain itu juga tekstur ayamnya memang berbeda dengan soto yang lain,” ungkapnya.

Lihat juga...