Semua Limbah Medis di Sikka Diolah di RS TC Hillers

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Limbah medis dari 25 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang berada di bawah tanggungjawab dan kewenangan Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, semunya diolah di RS TC Hillers Maumere  yang juga milik pemerintah.

“Semua limbah medis, termasuk limbah Covid-19 berupa baju hazmat, sarung tangan, jarum suntik dan botol vaksin dari semua Puskesmas semuanya kami kumpukan jadi satu dahulu,” kata Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, dr.Clara Yosephine Francis, MPH., saat ditemui Cendana News di kantornya di Kota Maumere, Rabu (17/3/2021).

Clara menyebutkan, limbah medis termasuk limbah medis Covid-19 tersebut dimasukan ke dalam kantong plastik berukuran besar dan dibawa ke Kantor Dinas Kesehatan, untuk ditempatkan di samping Gedung Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Sekertaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sikka, NTT, dr. Clara Yosephine Francis, MPH., saat ditemui di kantornya di Kota Maumere, Rabu (17/3/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Dia menjelaskan, dua hari sekali petugas dari Dinas Kesehatan akan mengantarkan semua limbah medis tersebut ke RS TC Hillers Maumere untuk diolah di mesin insinerator.

Mantan Direktur RS TC Hillers Maumere ini menyebutkan, saat dirinya menjabat direktur di rumah sakit tersebut, dirinya membuat pembenahan terkait pengolahan limbah medis.

Disebutkannya, semua limbah medis di setiap ruangan dimasukkan ke dalam kantong plastik, sementara jarum suntik dimasukkan ke dalam kotak khusus berwarna kuning.

“Limbah medis tersebut diletakkan di luar ruangan dan paginya petugas akan mengambilnya untuk dibawa ke tempat pengolahan limbah,” terangnya.

Clara menambahkan, untuk limbah atau sampah nonmedis langsung diangkut dan dibuang ke tempat pembuangan sampah berupa kontainer sampah, yang diletakan di luar pagar masuk rumah sakit.

Sementara itu, dokter penanggungjawab Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), dr. Santy Flora Dua Delang, menyebutkan, semua limbah medis hasil pemeriksaan swab dan vaksin dikumpulkan di dalam kantong plastik.

Dokter Santy mengatakan, setelah proses pegambilan swab dan vaksinasi selesai, semua limbah tersebut akan diangkut untuk dikumpulkan di samping gedung Labkesda Dinkes Sikka untuk diolah.

“Setiap pengambilan swab maupun vaksinasi di Labkesda Dinkes Sikka, kita usahakan sehari dua kali dengan jumlah peserta banyak, agar limbah medis Covid-19 bisa ditekan,” ucapnya.

Lihat juga...