Serabi Jagung Keju Durian, Lezat Disantap Selagi Hangat

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Kue tradisional serabi, dikenal sebagai makanan khas Sunda. Bagi yang kangen dengan camilan tersebut, di Bandar Lampung ada warung Sorabi Bandung Aneka Rasa 2, milik David yang bisa mengobatinya.

Serabi atau dalam bahasa Sunda sorabi, adalah salah satu jajanan pasar yang sudah dikenal sejak lama. David mengawali usaha berjualan serabi di kawasan Kemiling. Setelah melakukan survei pasar, akhirnya Jalan Ahmad Yani, Tanjung Karang dipilih untuk berjualan.

Mengikuti perkembangan zaman, saat ini serabi dikreasikan dengan taburan (topping) aneka rasa. Serabi aneka rasa, yang disediakan David total ada 20 varian seperti, surabi durian polos, serabi coklat keju hingga serabi slai melon. Bahan pembuatan serabi berupa tepung terigu protein sedang, garam, baking powder, santan, air pandan, telur ayam. Semua bahan dicampur menggunakan spatula hingga merata dan mengental.

Tekstur lembut dan garing pada bagian bawah kue serabi dengan campuran keju, jagung manis, susu dan daging buah durian nikmat disantap selagi hangat, Sabtu (6/3/2021) malam – foto Henk Widi

Setelah tercampur, tambahkan sari pati pandan. Semua bahan tersebut disiapkan di dalam wadah khusus, dan akan dipanggang saat ada pemesanan. “Saya menyediakan kompor khusus untuk pemanggangan dengan tembikar pada bagian atas, bahan bakar yang digunakan berupa arang kayu untuk menciptakan sensasi rasa alami dari api yang disalurkan melalui pori pori tembikar tanah liat,” terang David, saat ditemui Cendana News, Sabtu (6/3/2021) malam.

Saat musim durian, serabi beraroma buah tersebut banyak dipesan pelanggan. Adonan serabi akan dipanggang, saat pembeli sudah memilih varian rasa yang disediakan. Proses pemanggangan dengan api yang terus menyala, hanya butuh waktu sekitar delapan menit, untuk memasaknya. Tanda kematangan terlihat dari bagian bawah serabi menjadi kering kecoklatan. Dan mudah dilepas dari tembikar pembakaran.

Serabi yang telah dibakar selanjutnya akan dipindahkan ke kertas nasi pada kotak styrofoam. Setelah itu sesuai pilihan pelanggan akan diberikan taburan topping, keju, coklat, jagung dan varian rasa lain sesuai permintaan.

Pada pilihan serabi jagung keju durian, disiapkan parutan keju, kuah durian dan jagung manis. Semua taburan akan menambah sensasi manis, saat diberi tambahan susu kental manis. “Serabi jagung keju durian cukup banyak digemari, karena sensasi rasa yang bervariasi, manis, asin dan gurih,” terang David.

Kue serabi jagung keju durian menurut David cocok disantap untuk camilan saat penghujan. Pembeli bisa melihat dari dekat proses pemanggangan serabi. Ia bahkan memperbolehkan pelanggan belajar proses penuangan adonan hingga pengangkatan.

Sembilan tembikar menyerupai wajan menjadi media pemanggang serabi. David sengaja tidak mematikan arang kayu di kompor yang disediakan. Dalam semalam puluhan porsi serabi bisa terjual. Jumlah tersebut lebih sedikit dibanding sebelum adanya pandemi COVID-19.

Setelah pandemi, keramaian di dekat tugu Gajah atau bundaran Gajah tidak lagi digelar. “Sebelumnya, sehari bisa menjual ratusan porsi serabi, namun untungnya masih tetap banyak yang ingin menikmati kue tradisional ini,” tandasnya.

Valencia, warga Teluk Betung, salah satu penyuka kue serabi menyebut, saat suhu udara yang dingin membuat kue tersebut cukup mampu membantu menghangatkan badan. Varian rasa yang kerap dipilih adalah serabi jagung keju durian.

Rasa yang beragam membuat ia tidak harus membeli durian utuh, keju dan durian terpisah. Proses pembakaran adonan serabi memakai tembikar membuat makanan itu bebas minyak. “Saya sedang mengurangi menu makanan berminyak, sehingga serabi yang dipanggang jadi alternatif,” tandasnya.

Penyuka serabi, Ezranda menyebut, kue serabi varian rasa jagung, keju, durian menjadi pilihannya. Kue tradisional itu semakin lezat disajikan dalam kondisi hangat, bersama segelas teh hangat.

Lihat juga...