Setiap Hari, Puluhan Kubik Sampah Diangkat dari Kali Baru Timur Jaktim

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Petugas Unit Pelaksana Tugas (UPK) Badan Air Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur mengangkat puluhan kubik sampah yang hanyut dan mengendap di sepanjang aliran Kali Baru Timur, Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur.

Sarmili, pemantau Unit Pelaksana Tugas (UPK) Badan Air Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur ditemui di bantaran Kali Kali Baru Timur yang berada di Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, Rabu (24/3/2021). foto: Sri Sugiarti.

Sarmili, pemantau UPK Badan Air mengatakan, setiap hari petugas UPK menyisir dan membersihkan sampah-sampah yang tertahan di sekatan tali karet yang sengaja dibuat untuk menahan arus sampah. Dengan sekatan itu, maka sampah-sampah akan tertahan tidak mengalir hingga ke grobogan air di depan Rumah Sakit Harapan Bunda dan Kramatjati.

Terlihat secara bersamaan petugas turun ke kali memungut sampah dari sekatan itu, kemudian diangkat ke atas pelampung karet. Sampah yang menumpuk didominasi sampah rumah tangga dan sebagian daun dan ranting pohon.

“Sampah yang diangkat 50 kubik lebih setiap harinya,” ujar Sarmili, kepada Cendana News ditemui di bantaran Kali Baru Timur, Pos Pasar Obor di Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, Rabu (24/3/2021).

Pembersihan sampah sepanjang Kali Baru Timur dibagi dalam empat pos dengan jumlah petugas yang berbeda. Keempat pos itu diantaranya, pos Yasmin, Ciba, Brajawangsa, dan Pasar Obor.

“Sepanjang kali ini banyak sampah berserekan dan mengendap, makanya petugas kebersihan kita bagi empat pos dan setiap hari mereka bertugas,” ujarnya.

Apalagi saat ini menurutnya, masih musim hujan, sampah-sampah banyak. Sehingga kali harus terus dibersihkan agar sampah tidak tersumbat yang berdampak air bisa meluap dan banjir.

Setelah terkumpul, sampah-sampah itu akan diangkut truk hingga ke Jalan Perintis Kemerdekaan, Pulogadung, Jakarta Timur. Selanjutnya, sampah-sampah itu akan diangkut armana lainnya ke Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.

Sebelum sampah diangkut, terlebih dahulu dilakukan pemilihan. Untuk sampah anorganik, seperti botol plastik minuman bekas dipilah untuk dijual ke pengepul.

Sedangkan sebagian sampah organik dibuat pupuk kompos secara manual. Pembuatan kompos ini dilakukan di pos Yasmin. Proses pembuatan pupuk kompos memakan waktu satu bulan setengah.

“Dari 4 meter kubik sampah organik yaitu daun pohon dan sayuran itu menghasilkan sekitar 100 kilogram pupuk kompos,” ujar Sarmili.

Pupuk kompos digunakan untuk menyuburkan tanaman yang ditanam petugas di pinggiran kali. Seperti tanaman singkong, pisang, pepaya dan sayuran.

Sarmili berharap ada kesadaran dari masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan demi menjaga lingkungan. Terutama di Kali Baru Timur ini, karena berdampak pada penyumbatan dan mengganggu biota air seperti ikan.

Lihat juga...