Setiap Hari RS TC Hillers Maumere Musnahkan Limbah Medis

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Limbah medis yang berasal dari setiap ruangan di RS TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, setiap hari diambil oleh petugas sanitasi saat pagi dan dibawa ke mesin insinerator di sebalah utara ruang jenasah.

“Setiap pagi, limbah medis yang diambil di setiap ruangan kami bakar di mesin insinerator agar tidak mencemari lingkungan dan sesuai  standar kesehatan,” kata Staf Instalasi Sanitasi RS TC Hillers Maumere, Fransiskus Lepa Palle, saat dihubungi, Jumat (26/3/2021).

Chiko menjelaskan, sebelum bulan November 2019 pihaknya memiliki mesin insinerator yang lama dan kadang mengalami kerusakan saat beroperasi. Namun, kini  RS TC Hillers telah memiliki mesin insinerator yang baru dan staf yang mengoperasikannya pun dibekali pengetahuan merawat dan memperbaikinya.

Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, NTT, dr.Clara Yosephine Francis, MPH., saat ditemui di kantornya, Jumat (26/3/2021). -Foto: Ebed de Rosary

“Kapasitas mesin insinerator ini bisa membakar hingga 200 kilogram limbah medis per hari. Namun agar mesinnya awet dan tidak cepat rusak, kami membatasi pemakaiannya dua hari sekali,” ujarnya.

Chiko menjelaskan, mekanisme yang digunakan, yakni sehari melaksanakan pembakaran hingga maksimal 200 kilogram dan sehari  mesin insinerator berhenti beroperasi.

Dia mengakui, selain mengolah limbah medis dari RS TC Hillers Maumere, pihaknya pun telah menandatangani kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, untuk mengolah limbah medis dari setiap Puskesmas.

“Kami juga mengolah limbah medis dari setiap Puskesmas, karena sudah ada kerja sama dengan Dinas Kesehatan. Memang, semua limbah harus diolah menggunakan mesin insinerator,” ungkapnya.

Chiko menyebutkan, abu sisa pembakaran limbah medis disimpan di bak penampungan, dan nantinya dikirim ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sikka untuk dikirim ke DLH Provinsi NTT.

Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, dr.Clara Yosephine Francis, MPH., menjelaskan, limbah medis memang harus diolah dengan baik, agar tidak dipergunakan oleh orang lain karena akan berbahaya bagi kesehatan.

Clara mencontohkan, jarum suntik dan botol infus pun harus diolah di mesin pencacah dan dibuang, sebab bila dibuang ke tempat sampah bisa saja diambil orang dan dipergunakan untuk kepentingan pribadi.

“Kalau sepatu yang biasanya dipergunakan petugas penyemprot disinfektan dan petugas vaksinasi, biasanya dicuci lagi dengan air mendidih dan disemprot disinfektan. Sepatu tersebut dijemur di panas matahari hingga kering baru dipergunakan lagi,” ucapnya.

Lihat juga...