Sinergi Lintas Sektoral Efektif Gagalkan Penyelundupan Satwa Sumatera

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Sinergi lintas sektoral berhasil gagalkan penyelundupan satwa liar dan dilindungi asal Sumatera ke Jawa. Sebanyak 71.613 ekor lebih satwa diamankan dalam kurun 2019 hingga 2020.

Satwa jenis kura kura ambon yang akan diselundupkan diamankan untuk dilepasliarkan pada kawasan taman nasional Way Kambas, Lampung Timur, Rabu (13/5/2020). Foto: Henk Widi

Hifzon Zawahari, S.E., M.M, Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Lampung Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu (SKW III BKSDA) menyebutkan, sinergi intelejen dilakukan antara BKSDA, unsur Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, Karantina Pertanian Lampung, Non Government Organisation (NGO) penyelamat satwa.

Hifzon menyebut pada 2019 diamankan sebanyak 16.306 ekor satwa, 2020 sebanyak 41.761 ekor dan 2021 sebanyak 9.976 ekor. Berdasarkan data  2020 dari sebanyak 45.331 ekor satwa dominan jenis burung 44.489 ekor, mamalia 123 ekor, reptil 719 ekor. Berhasil dilepasliarkan sebanyak 41.761 ekor pada sejumlah kawasan hutan Lampung.

“Sebagian besar bisa diselamatkan dari upaya penyelundupan oleh oknum tidak bertanggungjawab, namun sebagian mati dalam perjalanan karena media pembawa dengan kendaraan,” sebut Hifzon Zawahari,S.E., M.M saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (24/3/2021).

Hifzon Zawahari menyebut tren peningkatan penyelundupan satwa terjadi dari 2019 hingga 2020. Tercatat pada 2019 puluhan kasus penyelundupan satwa digagalkan. Pada 2020 sebanyak 54 kasus penyelundupan digagalkan. Modus operandi penyelundupan diantaranya 16 persen dititipkan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Dititipkan kendaraan travel 4 persen, kendaraan pribadi 32 persen, truk box 2 persen.

Peningkatan tren penyelundupa satwa sebut Hifzon dipengaruhi sejumlah faktor. Faktor permintaan (demand) mengakibatkan penawaran (supply) dari pengepul, pemburu satwa meningkat.

Upaya menekan penyelundupan satwa sebut Hifzon Zawahari dilakukan dengan sejumlah strategi. Upaya itu di antaranya pengetatan penegakan hukum dimana asal satwa di antaranya Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan. Beberapa kasus penyelundupan satwa bahkan ditemukan berasal dari Sumatera Barat dan Aceh. Sosialisasi kepada pemilik usaha bus, travel, ekspedisi agar tidak menerima pengiriman satwa tanpa dokumen.

Sejumlah lokasi pelepasliaran satwa berbagai jenis yang diamankan sebut Hifzon Zawahari bervariasi. Tempat tersebut di antaranya hutan lindung register 3 Gunung Rajabasa, Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rachman, Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) dan sejumlah lokasi. Lokasi itu dipilih setelah adanya rekomendasi dari pusat KLHK.

Kajian mendalam oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebutnya dengan adanya stok pakan alami satwa. Pelepasliaran jenis satwa di TNWK, Lampung Timur pada Rabu (23/3) dilakukan pada jenis burung, monyet ekor panjang, ular sanca, kura kura daun. Lokasi pelepasliaran sebutnya memiliki sumber air melimpah, pakan dan habitat pendukung.

Nugraha Putra, koordinator wilayah Lampung NGO Flight Protecting Indonesia’s Birds menyebutkan, selama beberapa tahun terakhir pihaknya membantu peran instansi pemerintah dalam menekan perdagangan satwa liar khususnya jenis burung. Sebagian jenis burug liar, dilindungi dominan tanpa dokumen resmi BKSDA dan dokumen karantina pertanian.

“Jenis burung dilindungi seperti cucak ijo, cucak ijo mini, cucak ranting, kinoy, betet menandakan populasi burung di Jawa lebih sedikit mendorong perburuan burung di Sumatera,” bebernya.

Ciri khas suara kicauan burung Sumatera sebutnya jadi faktor meningkatnya permintaan di pasar. Ia juga menyayangkan sebagian besar burung merupakan tangkapan alam dan dominan berasal dari hutan lindung. Sinergi dengan BKSDA, karantina dan kepolisian dan NGO pemerhati satwa akan terus dilakukan menyelamatkan satwa Sumatera.

Lihat juga...