Sulbar Ekspor Briket Tempurung ke Tiga Negara

Briket tempurung yang diproduksi pengusaha di Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Pomlan) Provinsi Sulbar, yang diekspor ke tiga negara, Kamis (25/03/2021) - Foto Ant

MAMUJU – Briket tempurung, yang diproduksi pengusaha di Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (PolMan) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), diekspor ke tiga negara,  Jordania, Arab Saudi dan Mesir.

“Briket tempurung kelapa merupakan salah satu usaha yang bisa mengangkat ekonomi masyarajat di Sulbar, sehingga terus kami kembangkan,” kata pengusaha yang mengembangkan briket tempurung di Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polman, Sudirman Abu, Kamis (25/3/2021).

Produksi usaha briket tempurung yang dikembangkannya mampu berproduksi 10 ton per hari. “Produksi pabrik kami bisa mencapai 10 ton per hari, namun dikarenakan beberapa kendala termasuk peralatan yang masih kurang, maka produksi kadang turun hingga empat ton saja,” tambahnya.

Butuh penambahan peralatan seperti sekitar tujuh unit, agar produksi briket tempurun tetap mampu mencapai 10 ton per hari. Ia berharap ada bantuan pemerintah, agar usaha yang dikembangkannya dapat terus meningkat. Negara Dubai dan Turki, disebutnya juga telah menyampaikan permintaan briket. Namun, kapasitas pabrik yang kecil membuat permintaan tersebut belum bisa dipenuhi. “Proses produksi bahan bakar usaha kami ini berasal dari limbah dan sabuk kelapa dan kami kini mampu mempekerjakan sebanyak 217 karyawan,” katanya.

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, mengaku bangga atas berkembangnya usaha briket tempurung, di Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, yang sudah bernilai ekspor. “Usaha yang bergerak sejak 2017 tersebut harus terus dibina dan dikembangkan, apalagi di tengah pandemi COVID-19 yang berdampak turunnya perekonomian di berbagai daerah, pabrik briket pengolahan tempurung kelapa ini diharapkan mampu mengangkat perekonomian Sulbar untuk lebih maju,” katanya. (Ant)

Lihat juga...