Telaga Merdada Banjarnegara Dipenuhi Enceng Gondok

Editor: Makmun Hidayat

BANJARNEGARA — Telaga Merdada yang merupakan salah satu lokasi wisata di kawasan Dieng, Kabupaten Banjarnegara kondisinya sangat memprihatinkan. Telaga tersebut dipenuhi enceng gondok sampai menutup sebagian besar telaga.

Untuk menjaga kelestarian ekosistem serta demi kenyamanan wisatawan, dinas terkait bersama dengan relawan membersihkan enceng gondok dari telaga tersebut. Diperkirakan dibutuhkan waktu sampai dengan dua minggu lebih untuk membersihkannya, mengingat banyaknya anceng gondok yang memenuhi telaga.

“Telaga Merdada ini merupakan salah satu daya tarik kawasan wisata Dieng, jadi keberadaan enceng gondong yang berlebihan sangat mengganggu dan membuat telaga menjadi tidak indah. Selain itu juga merusak ekosistem telaga,” kata Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, Rabu (31/3/2021).

Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono di Banjarnegara, Rabu (31/3/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

Lebih lanjut Bupati menjelaskan, pembersihan telaga sudah dilakukan sejak dua hari lalu dan saat ini masih berlangsung hingga dua minggu ke depan. Melihat kondisi di lokasi, kemungkinan sampai ribuan ton enceng gondok yang harus dibersihkan.

Untuk mempercepat pembersihan, dinas terkait juga mengerahkan ekskavator serta perahu tongkang untuk menjangkau area tengah telaga.

Bupati berharap, pasca pembersihan yang melibatnya banyak relawan tersebut, secara berkala pihak pengelola harus rutin melakukan pembersihan. Mengingat pertumbuhan enceng gondok terbilang cepat penyebarannya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Aris Sudaryanto. Menurutnya, keberadaan enceng gondok yang sangat banyak membuat air telaga keruh sehingga mengurangi keindangan Telaga Merdada. Enceng gondok juga mempercepat pendangkalan telaga serta mengganggu ekosistem.

“Enceng gondok ini seperti gulma yang dapat merusak lingkungan perairan,” katanya.

Beberapa dampak negatif dari keberadaan enceng gondok dalam jumlah yang terlalu banyak antara lain, mengurangi jumlah oksigen dalam air. Mengingat pertumbuhannya yang cepat dan menutupi bagian atas telaga, akibatnya cahaya matahari yang masuk ke dalam air jauh berkurang dan tingkat kelarutan oksigennya pun berkurang.

Aris menyebut, enceng gondok juga mempercepat pendangkalan telaga, karena tanaman yang sudah mati akan menumpuk. Dan sedikit demi sedikit kemudian muncul ke permukaan.

“Dan yang sudah pasti, enceng gondok ini juga mengganggu lalu lintas di perairan serta merusak keindahan telaga, karena keberadaanya seperti rumput liar yang tumbuh di perairan. Dan dengan semakin banyaknya enceng gondok, maka akan membuat habitat tanaman liar lainnya juga bermunculan, sehingga telaga semakin padat dengan tanaman liar,” tuturnya.

Lihat juga...