Tembakau Tingwe, Bisnis Baru yang Sasar Semua Kalangan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PURWOKERTO — Tembakau tingwe atau ngelinting dewe (red mengelinting sendiri) saat ini sedang ngetrend di Kota Purwokerto, sebagai dampak mahalnya harga rokok. Peluang tersebut ditangkap Anang Firmansyah dengan membuka gerai yang menjual aneka jenis tembakau.

Pemilik toko tembakau di Kecamatan Kembaran, Purwokerto, Anang Firmansyah, Selasa (23/3/2021). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Meskipun gerai yang terletak di Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas tersebut tidak begitu besar, namun selalu dipadati anak-anak muda serta ada juga yang sudah berusia lanjut turut meramaikan toko Mbako Sinambi tersebut.

“Ini peluang bisnis baru, berawal dari keluhan beberapa teman tentang harga rokok yang terus naik, hingga ada yang beralih ke merk lain karena tidak terbeli lagi. Mereka terpaksa merokok dengan rasa yang kurang disukai, karena rokok yang biasanya sudah sangat mahal. Melihat hal tersebut, saya terbesit untuk berjualan tembakau aneka jenis ini,” kata Anang, Selasa (23/3/2021).

Ada tiga jenis tembakau yang dijual, yaitu tembakau rokok, tembakau daerah dan tembakau rasa. Tembakau rasa ini terdiri dari berbagai rasa, ada rasa buah apel, aroma anggur dan lain-lain. Sehingga pembeli bisa memilih rasa dan aroma yang mereka suka.

“Sekarang trend nya sudah berubah, dari rokok menjadi nglinting, kalau dulu nglinting identik dengan orang tua saja, tetapi sekarang anak-anak muda dan gaul juga sudah banyak yang ikut budaya nglinting, jadi bisnis ini juga mengubah trend,” tuturnya.

Untuk memulai bisnis ini, Anang berkongsi dengan temannya dan mengeluarkan modal Rp15 juta. Pada waktu awal buka bulan November lalu, omsetnya masih belum terlalu besar, hanya kisaran Rp2,5 juta per bulan. Namun, saat ini omset toko Mbako Sinambi tersebut sudah mencapai lebih dari Rp6 juta per bulan.

Pesatnya kenaikan omset ini, karena selain berjualan tembakau, Anang juga menyediakan tempat untuk menikmati nglinting di gerai miliknya. Sehingga toko tersebut menjadi tempat nongkrong anak-anak muda, terlebih juga disediakan fasilitas wifi gratis.

Terkait harga tembakau beragam, mulai harga Rp20.000 per ons hingga ada yang Rp50.000 per ons. Sejauh ini yang paling banyak diminati konsumen dari kalangan anak-anak muda adalah yang tembakau rasa.

“Sebelum membeli, kita juga sediakan tembakau gratis, supaya konsumen bisa mencoba terlebih dahulu dan setelah cocok yang mana, baru membeli,” jelasnya.

Salah satu pelanggan toko tembakau milik Anang, Shandi mengatakan, tingwe sekarang sedang ngetrend di kalangan anak-anak muda. Selain lebih murah, rasanya juga beragam, bisa memilih sendiri.

“Kalau awalnya memang harus belajar ngelinting dulu, tetapi cukup mengasyikan dan bisa dilakukan sambil ngobrol bareng dengan teman-teman,” ucapnya.

Lihat juga...