Tenaga Pendidik di Kota Semarang Masuk Prioritas Vaksinasi Covid-19

Editor: Koko Triarko

Kepala DKK Semarang, Abdul Hakam, saat dihubungi di Semarang, Jumat (26/3/2021). -Foto: Arixc Ardana

SEMARANG – Jelang pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM), Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang menambahkan tenaga pendidik, yakni guru dan tenaga kependidikan, sebagai prioritas percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

“Berkaitan dengan rencana sekolah tatap muka yang akan segera dilaksanakan di Kota Semarang, maka percepatan pelaksanaan vaksinasi pada periode ke dua ini menambahkan prioritas pada tenaga pendidik atau guru,” papar Kepala DKK Semarang, Abdul Hakam, saat dihubungi di Semarang, Jumat (26/3/2021).

Dirinya pun meminta agar seluruh tenaga pendidikan di Kota Semarang yang sebelumnya sudah mendaftar untuk mengecek jadwal dan status vaksinasi. Sementara, bagi tenaga pendidik yang belum terdaftar, untuk segera mengirimkan surat permohonan vaksinasi atas nama lembaga sekolah, kemudian dikirimkan ke DKK Semarang.

“Bisa dicek di smg.city/statusvaksinasi. Nanti ada jadwal yang sudah tersedia. Sebelumnya, tenaga pendidik ini juga masuk prioritas tahap dua sebagai pelayan publik, namun karena ada perubahan kebijakan, sehingga prioritas diutamakan untuk lansia terlebih dulu. Kini seiring dengan kebijakan baru, tenaga pendidik juga menjadi prioritas,” tandasnya.

Di satu sisi, pihaknya juga meminta agar tenaga pendidik yang sudah mendapatkan jadwal vaksinasi, bisa mengajak lansia untuk ikut divaksinasi.

“Bisa orang tua masing-masing, keluarga atau kerabat lainnya, agar bisa vaksinasi bersama. Ini juga menjadi upaya kita untuk mempercepat proses vaksinasi lansia, yang menjadi prioritas,” lanjut Hakam.

Diterangkan, untuk lansia yang bisa dilayani dalam vaksinasi bersama tenaga pendidik tersebut, harus memenuhi beberapa persyaratan. Di antaranya, berumur di atas 60 tahun, ber-KTP Kota Semarang dan sudah mendaftar vaksinasi melalui tautan smg.city/vaksinasilansia.

“Nantinya, lansia tersebut datang bersama tenaga pendidik sesuai jadwal dan lokasi vaksinasi yang didapat oleh tenaga pendidik. Tunjukkan bukti screenshoot pendaftaran lansia ke petugas, sehingga bisa langsung dilayani,” tambahnya.

Secara umum, berdasarkan data DKK Kota Semarang dari 62.520 lansia yang sudah mendaftar vaksinasi Covid-19 sudah ada 44.387 orang yang sudah mendapat penyuntikkan vaksin.

“Kita imbau kepada seluruh masyarakat, termasuk para lansia ini, agar tidak perlu takut mengikuti vaksinasi Covid-19. Karena vaksin ini sudah disetujui oleh BPOM, sehingga aman. Selain itu, setiap orang yang mengikuti vaksinasi juga kita pantau kesehatannya, bila terjadi gejala pascavaksinasi juga akan ditangani, meski sejauh ini belum ada gejala yang masuk kategori berat,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Sekolah SMP Mataram Semarang, Andae Meirawan, mengaku saat ini para guru di sekolah tersebut belum ada yang mengikuti vaksinasi meski sudah melakukan pendaftaran.

“Sebelumnya, saat kita tanyakan ke puskesmas tempat kita mendaftar, belum ada jadwal. Mungkin karena keterbatasan vaksinasi dan lainnya. Namun, sekarang ini dengan adanya prioritas baru untuk tenaga pendidik, kita berharap seluruh guru bisa mengikuti vaksinasi,” terangnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, menambahkan meski untuk Kota Semarang hanya ada empat sekolah yang menjadi percontohan atau uji coba PTM, yakni SMPN 5, SMKN 7, MAN 1 dan SMAN 4 Semarang, namun pihaknya mendorong agar seluruh guru dan tenaga kependidikan bisa divaksinasi.

“Harapannya seperti ini, jadi seluruh guru dan tenaga kependidikan di Kota Semarang bisa seluruhnya mengikuti vaksinasi Covid-19, sehingga jika nanti ada perkembangan terkait penambahan sekolah uji coba, kita juga sudah tidak was-was lagi. Demikian juga pada saat tahun ajaran baru 2021/2022 mendatang, seluruh sekolah bisa PTM karena selain sarana prasarana sudah siap, para guru dan tenaga kependidikan yang ada, juga sudah divaksin,” pungkasnya.

Lihat juga...