Terpengaruh Cuaca, Produksi Cabai di Kabupaten Madiun Turun 50 Persen

Seorang petani memetik cabai di lahan wilayah Kabuaten Madiun, Jatim. Curah hujan yang tinggi, membuat cabai cepat busuk sehingga tak dapat dipanen dan stok di pasaran berkurang. Akibatnya, harga cabai melambung naik – Foto Ant

MADIUN – Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Jawa Timur (Jatim) mencatat, produktivitas petani cabai merah dan cabai keriting di daerahnya menurun hingga 50 persen. Hal itu karena terdampak cuaca ektrem di musim penghujan ini.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Sumanto mengatakan, penurunan didapatkan berdasarkan laporan petugas lapangan. Penurunan sekira 50 persen dibandingkan saat cuaca normal, yang mampu mencapai 20 ton per-hektare.

“Terkait dengan iklim sekarang ini yang lagi ekstrem, memang berdampak pada pertanian. Komoditas tertentu seperti tanaman hortikultura cabai sangat rawan terhadap cuaca ekstrem tersebut hingga gagal panen,” ujar Sumanto, Rabu (3/3/2021).

Menurutnya, cuaca esktrem yang ditandai dengan curah hujan tinggi, sangat berpengaruh terhadap sektor pertanian. Gagal panen pada tanaman cabai, disebabkan karena tanaman tersebut sensitif terhadap curah hujan.

Banyak cabai yang membusuk, sehingga tidak dapat dipanen dan berakibat pada naiknya harga cabai di pasar. Hal itu terjadi karena stok cabai di pasar berkurang. Sementara, karena kelembaban di musim penghujan, banyak hama berkembang biak dan menyebar cepat, termasuk hama wereng. “Cuaca ekstrem telah membuat petani merugi. Sebab, produktivitas cabai menurun sementara biaya produksi meningkat untuk membasmi hama,” jelasnya.

Selain cabai, tanaman hortikultura lain yang terdampak cuaca ekstrem di Kabupaten Madiun adalah bawang merah, tomat, dan sejumlah buah-buahan seperti melon, manggis, dan apokat. Data dinas setempat mencatat, luas lahan tanam cabai di Kabupaten Madiun mencapai lebih dari 331 hektare, yang berada di Kecamatan Gemarang, Kare, Dolopo, Kebonsari, Dagangan, dan Pilangkenceng.

Sementara, harga cabai di sejumlah pasar tradisional Kabupate Madiun hingga Rabu (3/3/2021) terpantau masih tinggi. Harga cabai keriting mencapai Rp50 ribu per-kilogram, cabai merah Rp40 ribu per-kilogram, dan cabai rawit Rp100 ribu per-kilogram. (Ant)

Lihat juga...