Tim Ikan Kapasan Sajian Lezat Kaya Rempah Khas Pesisir

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Sajian kuliner penggugah selera kala pagi hari kerap disajikan dengan bahan yang lembut. Varian olahan ikan laut kerap jadi menu makan pagi atau sarapan. Bagi warga pesisir pantai yang dekat dengan laut, ikan kapasan atau geres punctatus jadi pilihan. Berdaging tebal, sisik bulat jadi ciri khas ikan laut tersebut. 

Yohana, warga Teluk Betung, Bandar Lampung bilang ikan kapasan kerap jadi bahan ikan fillet, ikan kering. Namun ia memilih olahan boga bahari (seafood) dengan sistem tim atau kukusan. Sistem pengolahan dengan mengukus sebutnya lebih sehat, lezat karena minim minyak. Ia menyebut sajian yang bersih, sehat jadi salah satu cara menyajikan kuliner untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Pilihan bumbu rempah sebut Yohana jadi khasiat yang tepat untuk tubuh. Setelah ikan kapasan dibersihkan bagian sisik, kotoran di tubuh selanjutnya rendam air jeruk nipis. Bumbu yang disediakan berupa jahe, cabai merah, daun bawang, bawang putih, bawang merah, lada, garam, penyedap rasa. Sebagian bumbu diris tipis agar tersaji utuh tanpa dihaluskan.

“Ikan kapasan yang telah dibersihkan dan dilumuri jeruk nipis selanjutnya diletakkan dalam panci pengukus atau tim, berikan air untuk proses mematangkan ikan selanjutnya taburi dengan semua bumbu iris, garam, penyedap rasa yang telah disiapkan,” terang Yohana saat ditemui Cendana News, Sabtu (20/3/2021).

Proses penyiapan olahan tim atau kukusan ikan kapasan rempah dilakukan oleh Yohana di Teluk Betung, Bandar Lampung, Sabtu (20/3/2021). -Foto Henk Widi

Yohana bilang agar bumbu bisa meresap dalam daging ikan selama proses pengukusan tidak dibuka. Langkah tersebut dilakukan agar uap semua bumbu rempah menyatu dalam olahan daging ikan. Pengukusan sebutnya akan mematangkan ikan, membuat kuah kaldu ikan bercampur bumbu rempah. Masak ikan hingga empuk dan aroma khas rempah mulai tercium.

Proses pengolahan ikan tim kapasan sebutnya dilakukan dalam waktu setengah jam. Yohana menyebut proses pengolahan ikan dilakukan dengan waktu yang singkat. Sebab dengan proses pengukusan kematangan ikan dipertahankan. Ia bahkan kerap mematangkan ikan dalam waktu singkat di atas kompor menjaga nilai gizi ikan laut.

“Setelah dipastikan semua bumbu matang, ikan akan tetap dibiarkan dalam kukusan tanpa api uap air akan mematangkan ikan,” bebernya.

Sebagai warga pesisir yang mudah mendapatkan ikan segar, ia kerap membeli saat pagi. Saat sejumlah nelayan tangkap mendaratkan ikan ia membeli seharga Rp30.000 per kilogram. Jenis ikan kapasan segar sebutnya bisa ditandai dengan insang yang masih merah. Sebagian ikan kapasan yang diperoleh nelayan dengan cara memancing bahkan kerap masih hidup saat dibeli. Olahan tim ikan kapasan dipilih olehnya karena kandungan gizi yang melimpah.

Olahan tim ikan kapasan yang lembut, bumbu rempah segar disukai Christina. Ia bilang menu ikan kapasan dengan cara dikukus bebas minyak. Pengukusan yang sempurna memudahkan ia memisahkan antara daging dan duri. Saat memisahkan daging dari duri ia akan menyeruput kuah kaldu ikan bercampur dengan bumbu rempah.

“Bumbu rempah yang diiris berupa jahe, bawang putih, bawang merah dan cabai merah jadi penambah selera sarapan,” cetusnya.

Rasa amis ikan laut sebutnya tidak tercium berganti dengan aroma harum beragam bumbu. Menu tim ikan kapasan sebutnya cocok disantap bersama dengan nasi hangat. Agar lebih menghangatkan badan ia kerap menambahkan sambal untuk penyedap rasa. Disajikan dalam kondisi hangat tim ikan kapasan sebutnya bisa jadi bekal energi untuk memulai hari.

Pedagang ikan laut, Suryani, di Pasar Gudang Lelang, Teluk Betung, menyebut ikan segar diperoleh dari hasil tangkapan nelayan. Ia mengaku sejumlah ibu rumah tangga telah memesan jenis ikan kapasan. Selain ikan kapasan ia juga menjual ikan tongkol, tenggiri, selar dengan harga mulai Rp25.000 hingga Rp70.000 per kilogram. Kuliner berbahan ikan sebutnya jadi sajian warga pesisir salah satunya dengan cara dikukus.

Lihat juga...