Totalitas Kelola Produk Kunci Sukses Kembangkan Segmen Pasar

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Totalitas kecintaan pada suatu produk dan mengubahnya menjadi bisnis,  menjadi salah satu kunci sukses usaha yang dijalani. Karena selain penuh kesenangan, pengembangan produk juga akan didasarkan pada pengalaman sendiri.

Founder Avtech (Adventure Technology), Yudi Kurniawan, menceritakan awal membuat Avtech adalah karena sebagai pelaku olahraga alam terkendala oleh harga peralatan dan perlengkapan yang mahal serta masih jarang ditemui.

Founder Avtech (Adventure Technology) Yudi Kurniawan saat ditemui di Outlet Avtech Setu Jakarta Timur, Selasa (23/3/2021) – Foto: Ranny Supusepa

“Tahun 1990-an itu masih jarang yang namanya tempat jual perlengkapan buat kami para pecinta alam. Kalau ada, harganya mahal. Sementara ingin naik gunung, butuh peralatan dan perlengkapan. Akhirnya saya mencoba untuk membuat perlengkapan. Ya sampai sekarang, sudah 20 tahun lebih dan alhamdulillah berjalan baik, bisa membantu para pelaku olahraga alam serta bisa membuka lapangan kerja juga,” kata Yudi saat ditemui di Outlet Avtech Setu Jakarta Timur, Selasa (23/3/2021).

Awalnya, ia hanya membuat dompet dan kantung tidur. Tak disangka, buatannya ini disukai oleh teman-temannya.

“Kenapa dompet? Karena jahitnya mudah. Cuma lurus saja. Saya beli bahan di Tanah Abang lalu saya belajar menjahit dari nenek saya. Ternyata teman-teman saya pada suka. Akhirnya saya jadikan bisnis,” tutur alumnus SMA Boedoet Jakarta tahun 1990 ini.

Masa kuliah, Yudi menceritakan, ia membuka toko di rumah orang tuanya, daerah Sunter Podomoro Jakarta.

“Tahun 1994, saya buka toko. Modalnya cuma Rp500 ribu. Kalau ada pesanan baru bisa produksi. Belum ada itu yang namanya sosmed. Pokoknya dari mulut ke mulut saja iklannya,” kenangnya.

Tahun 1997, lanjutnya, karena permintaan meningkat ia meminjam ke bank Rp25 juta, untuk menambah tenaga penjahit dan bagian desain.

“Mulai tuh produksi macam-macam. Tas sekolah, tas laptop, tas kantor, jaket. Pokoknya bahan parasut,” ucapnya.

Nama Avtech sendiri baru diusung menggantikan merk sebelumnya, Adventure, sekitar tahun 2000.

“Dua tahun saya berupaya mematenkan merek Adventure. Tapi tidak bisa. Nah pas tahun 2000, kan pada ramai bicara Y2K. Akhirnya saya dapat ide untuk menambahkan Technology di belakang kata Adventure. Akhirya terciptalah nama Adventure Technology yang disingkat Avtech,” paparnya.

Yudi menyebutkan pada tahun 2006, produk Avtech sudah tersebar dari Aceh hingga Papua melalui sistem order. Bahkan, melalui sistem buyer, ia berhasil merambah hingga Filipina, Brunei, Inggris, Australia, Malaysia dan Jepang.

“Dari awalnya hanya dua item, menjadi sekitar 150 item. Dari hanya mulut ke mulut, berubah menjadi kerja sama dengan berbagai media,” ujarnya.

Walaupun tak kurang dari 20 kompetitor dari seluruh Indonesia, Yudi mengaku tak takut karena selalu berinovasi dengan produknya.

“Selain membuat produk yang multifungsi, kami juga menciptakan dalam berbagai warna. Misalnya pink dan oranye. Jadi yang cewek juga bisa tampil gaya. Yang pekerja, mahasiswa orang kantoran semua bisa pakai, nggak hanya yang pecinta alam,” urainya.

Yudi menyebutkan, ia juga tak lupa membantu wilayah yang menjadi inspirasi usahanya, yaitu pegunungan.

“Melalui program CSR Avtech kami membantu infrastruktur di wilayah kaki gunung. Apakah untuk membangun MCK, membangun rumah baca hingga tempat ibadah. Kebanyakan memang wilayah yang belum tersentuh oleh pemerintah,” pungkasnya.

Lihat juga...