Tujuh Titik Jalan Antardesa di Pidie Putus Akibat Diterjang Banjir

Banjir luapan air sungai akibat intensitas curah hujan di kawasan Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Aceh, Minggu (28/3/2021). -Foto: ANTARA/HO-BPBD Pidie

BANDA ACEH – Banjir akibat curah hujan dengan intensitas tinggi melanda dua gampong atau desa di Kabupaten Pidie, Aceh. Dampaknya, tujuh titik jalan antargampong terputus diterjang banjir.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ilyas mengatakan, banjir luapan air sungai tersebut terjadi sekira pukul 17.00 WIB, di Gampong Peunalom dan Gampong Layan, Kecamatan Tangse, Pidie. “Curah hujan tinggi yang terjadi dari siang hingga sore mengakibatkan luapan di Sungai Peucok dan mengakibatkan rusaknya jalan lintas gampong,” kata Ilyas, Minggu (28/3/2021) malam.

Untuk sementara, tercatat ada tujuh titik jalan antargampong yang putus, akibat bencana alam tersebut. Sementara untuk data korban terdampak, masih dalam pendataan petugas. “Dampak material menyebabkan tujuh titik putus jalan gampong Layan dan Peunalom. Tidak ada laporan pengungsi dan korban jiwa,” katanya.

BPBD Kabupaten Pidie terus melakukan pemantauan dan pelaporan terhadap peristiwa banjir. Petugas juga belum mendapatkan laporan kerusakan rumah warga dalam peristiwa itu. “Kondisi terakhir banjir masih sedang berlangsung. Sementara belum ada laporan kerusakan, luka-luka atau meninggal dunia,” tambahnya.

Sebelumnya BPBA mencatat, 46 gampong di delapan kecamatan di Kabupaten Aceh Jaya terendam banjir, yang dipicu curah hujan intensitas tinggi. Banjir akibat luapan air sungai itu merendam rumah warga dengan ketinggian mulai 10 sentimeter hingga satu meter. Peristiwa itu dilaporkan telah terjadi sejak Kamis (25/3/2021) lalu dan hingga Minggu (28/3/2021) debit air masih belum surut dari rumah warga.

“Akibat hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kabupaten Aceh Jaya mengakibatkan tergenangnya air dan meluapnya Krueng Ulu Masen dengan ketinggian air 20 hingga 100 sentimeter,” kata Ilyas. (Ant)

Lihat juga...