Unnes Dorong Pemenuhan SDM Guru di Daerah 3T

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Universitas Negeri Semarang (Unnes), sebagai salah satu perguruan tinggi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di Indonesia, didorong untuk menghasilkan calon guru yang berkualitas. Termasuk dalam memenuhi kebutuhan SDM guru di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Hal tersebut ditegaskan Rektor Unnes, Prof Dr Fathur Rokhman MHum, dalam upacara Dies Natalis ke- 56 universitas konservasi tersebut, yang diselenggarakan secara daring dari kampus Sekaran, Gunungpati Semarang, Selasa (30/3/2021).

“Unnes sebagai LPTK, mempunyai tanggung jawab untuk mencetak tenaga pendidik yang berkualitas dan berkarakter.  Inovasi yang dilakukan Unnes juga dilakukan, untuk menjadi pelopor di bidang pendidikan,” terangnya.

Ditandaskan, pendidikan merupakan  bidang yang  berkembang secara dinamis, sehingga Unnes memiliki tanggung jawab  dalam mempersiapkan calon-calon pendidik, yang sanggup  menghadapi masalah yang dihadapi oleh  masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia.

“Masalah yang masih populer adalah menjadikan peserta didik yang mempunyai kecakapan intelektual dan memiliki karakter baik. Untuk memecahkan masalah tersebut, pendidikan harus dikelola dengan inovatif.  Inovasi menjadi penting supaya pendidikan sesuai dengan konteks zaman,” terangnya.

Termasuk melalui Program Jaringan Guru Pelopor, perguruan tinggi tersebut mendorong pemenuhan SDM guru di daerah 3T. “Banyak lulusan atau alumni Unnes, yang kini menjadi guru di daerah 3T. Mereka ini merupakan para pelopor, dalam memberikan pendidikan kepada siswa, dengan segala keterbatasan sarana prasarana yang ada. Mereka tetap berjuang, berkomitmen dan berdedikasi,” tandasnya.

Itu sebabnya, setiap peringatan dies natalis, pihaknya memberikan penghargaan kepada para guru pelopor alumni Unnes, yang saat ini mengabdikan diri di daerah 3T. “Termasuk pada kali ini, ada sebanyak 10 guru pelopor yang kita berikan penghargaan dan apresiasi, atas pengabdian mereka,” tegas Prof Fathur.

Dirinya pun berharap, di usia ke 56 tahun, Unnes memiliki harapan besar untuk mencetak generasi pendidik  yang berkualitas dan berkarakter. “Melahirkan generasi pendidik yang memiliki  kualifikasi intelektual yang baik serta berkarakter, merupakan harapan sekaligus tantangan bagi Unnes,” pungkasnya.

Hal senada juga ditegaskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, yang hadir secara virtual.

“Sebagai LPTK, Unnes menjadi salah satu tulang punggung Indonesia untuk menghasilkan guru-guru berkualitas, dalam meningkatkan pendidikan di Indonesia. Termasuk melahirkan lulusan dan calon-calon guru penggerak yang mampu memberikan teladan. Termasuk  memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi dosen, untuk berinovasi, sehingga bisa menjadi inspirasi bagi pendidik lain di tanah Air,” terangnya.

Dipaparkan, dari pandemi Covid-19 yang saat ini terjadi, pengalaman yang bisa dipetik bahwa pendidikan serta proses belajar tidak dapat dan tidak boleh dibatasi, oleh gedung dan formalitas.

“Belajar merupakan proses sehari hari, yang dapat dilakukan dimana saja. Namun kita sepakat, bahwa tidak ada yang dapat menggantikan pembelajaran tatap muka (PTM). Untuk itu, harapannya PTM akan bisa segera kembali dilakukan, baik di sekolah maupun di kampus, seiring dengan proses vaksinasi yang dilakukan kepada para guru, dosen dan tenaga kependidikan,” pungkasnya.

Lihat juga...