Usaha Perhiasan Cincin Kawin di Malang, Banyak Pesanan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Meskipun berada dalam kondisi pandemi Covid-19, nyatanya industri kreatif kerajinan perhiasan masih cukup banyak diminati, khususnya permintaan cincin kawin.

Hal ini diakui owner Silver 999, Wahyu Ratnasari, yang telah 12 tahun berkecimpung dalam pembuatan perhiasan.

Disampaikan Ratna, sebelum masa pandemi, permintaan perhiasan hampir merata mulai dari cincin, kalung dan gelang. Tapi sekarang di masa pandemi yang paling banyak pesanan cincin kawin.

Wahyu Ratnasari, menunjukkan beberapa produk cincin buatannya, Selasa (9/3/2021). Foto: Agus Nurchaliq

“Kalau dulu pesanan perhiasan merata. Tapi sekarang yang banyak pesanan cincin khususnya cincin kawin. Karena meskipun pandemi orang tetap boleh menikah,” ucapnya ditemui Cendana News di lokasi usahanya Jalan Ikan Paus 1, Kota Malang, Selasa (9/3/2021).

Jumlah pesanan memang naik turun, sebutnya, untuk minggu kemarin ada pesanan 10 pasang cincin kawin.

Menurutnya, selama ini, semua perhiasan yang ia produksi dibuat secara handmade, termasuk cincin. Karenanya model perhiasan yang ditawarkan selalu berbeda, tidak ada yang sama.

Terkait harga, Ratna menentukannya berdasarkan desain yang dipesan serta bahan yang digunakan seperti perak, emas, atau platinum.

“Harga cincin perak mulai dari 700-850 ribu per pasang. Sedangkan cincin platinum harganya 4,7-7,5 juta per pasang. Sementara untuk cincin berbahan emas tergantung desain dan kadar emas yang dipesan,” ucapnya.

Guna meningkatkan penjualannya di tengah kondisi pandemi, Ratna banyak memanfaatkan media sosial Facebook dan Instagram sebagai media pemasaran. Selain itu Ratna mengaku tidak pernah menjual produk bekas atau barang bekas guna menjaga kualitas produk dan kepuasan konsumen.

“Jadi semua produk di sini merupakan produk baru, tidak ada produk second. Karena kasihan konsumennya kalau diberi barang second,” akunya.

Menurutnya, hal yang tidak kalah penting dalam bisnis perhiasan adalah terus berkreasi upgrade model perhiasan dengan desain baru.

“Kita memang butuh keluar melihat kondisi sekitar, karena dari situ akan muncul inspirasi baru. Misalnya kita keluar bertemu dengan ikan, tiba-tiba kita mendapat inspirasi, ya kita gambar ikan itu untuk kemudian diaplikasikan ke perhiasan,” tuturnya.

Lebih lanjut disampaikan Ratna, saat ini untuk memproduksi aneka perhiasan, tidak lagi dikerjakan sendiri tapi dibantu oleh beberapa pegawai.

“Dulu memang saya buat sendiri, tapi seiring berjalannya waktu, kita memang harus punya pegawai. Kalau tidak begitu bagaimana kita bisa memasarkan produknya dan menjalani aktivitas lainnya. Jadi sekarang sudah ada perajinnya sendiri untuk membuat perhiasan,” tandasnya.

Sementara itu salah satu pembeli, Alfian mengaku, tertarik memesan cincin kawin di Silver 999 setelah melihat akun media sosial IG tukang_perhiasan.

“Di akun IG itu banyak model cincin, termasuk cincin kawin. Jadi saya coba memesan sepasang cincin kawin. Semoga hasilnya sesuai dengan yang saya harapkan,” pungkasnya.

Lihat juga...