Uskup Tanjungkarang: Tetap Kreatif Bersama Yesus yang Bangkit

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Mgr. Yohanes Harun Yuwono, Uskup Keuskupan Tanjungkarang, Lampung mengajak umat Katolik tetap kreatif bersama Yesus yang bangkit. Pada surat gembala Paskah 2021 secara virtual ia menyebut perayaan kebangkitan Yesus dalam masa pandemi Covid-19 menghayati nilai nilai luhur keluarga kristiani.

Teladan luhur keluarga kristiani sebut Mgr. Yohanes merupakan bagian penghayatan surat Amoris Laetitia (Sukacita kasih). Nilai luhur keluarga kristiani menjadi teladan kasih tak terbagi, sukacita, pelayanan, pengorbanan, pengampunan. Setiap orang akan merasa bangga, bahagia dan bersyukur serta beruntung menjadi bagian anggota keluarga.

Gereja partikular Tanjungkarang sebut Mgr. Yohanes mengajak umat meneladan Santo Yosef. Sebagai teladan dalam melindungi keluarga masa kanak kanak Yesus memiliki semangat melindungi keluarganya. Sikap rendah hati seorang Yosef yang melindungi Maria, Bunda Yesus hingga bisa melindungi. Allah dalam keluhuran-Nya mempercayakan perlindungan dan siap sedia menerima perintah Allah.

“Pandemi jadi kesempatan untuk belajar dari hidup Santo Yosef, sebab hal yang sama dialami olehnya saat hidup dalam kemiskinan, banyak pengeluaran namun berjuang untuk menjaga dan menyelamatkan keluarga pada masa krisis,” terang Mgr. Yohanes Harun Yuwono dalam surat gembala Paskah secara virtual, Minggu (21/3/2021).

Pandemi Covid-19 sebut Mgr. Yohanes masih terus mengganggu aktivitas hidup normal manusia. Semua sektor kehidupan terganggu, pekerjaan tidak berjalan secara normal. Sejumlah keluarga menghadapi pengeluaran finansial tanpa pemasukan yang seimbang untuk mempertahankan kesehatan keluarga. Sejumlah orang bosan hanya tinggal di dalam rumah, kesepian.

Sejumlah dampak sosial lanjut Mgr. Yohanes dialami sejumlah keluarga. Banyak kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan suami terhadap istri dan sebaliknya, orangtua terhadap anak dan sebaliknya. Sejumlah orangtua alami kesulitan saat anak belajar online. Tanpa adanya aktivitas sekolah normal sejumlah perkembangan anak terganggu.

“Sejumlah pihak ikut mencemaskan perkembangan rasio, karakter, mental dan spritual anak anak imbas kurangnya sosialisasi,” tegas bapa uskup.

Bapa uskup juga menyebut orangtua mengkhawatirkan kematangan kemanusiaan, kepekaan sosial. Bercermin dari teladan Santo Yosef, Gereja Katolik mengajak umat dapat belajar kreatif. Seperti Yosef yang berjuang untuk menjaga, menghidupi, menyelamatkan keluarga dari masa krisis. Menghindari krisis dari pembunuhan Raja Herodes, mengungsi ke Mesir, perjalanan penuh kesulitan jadi gambaran masa kini.

Bapa uskup menyebut perjalanan hidup saat pandemi harus ditempuh, risiko yang dihadapi dan dicarikan solusi. Semangat Santo Yosef harus disemangati oleh sejumlah kepala keluarga menjadi bapa terkasih, lembut hati, teguh dalam iman, sangat sabar, tegar, penuh kesabaran, optimis, kreatif, pekerja keras dan pemberani.

“Tanpa semangat dan kreatifitas kehidupan akan berhenti sebelum kita mati sehingga manusia tidak boleh mengenal putus asa,”sebutnya.

Di masa pandemi Covid-19 Mgr. Yohanes bilang meneladan hidup Santo Yosef menjadi inspirasi. Dalam masa sulit umat kristiani dapat menimba inspirasi untuk keteguhan iman, kreativitas dan optimisme. Dia manusia yang siap menjadi pendengar yang baik dan pelaksana sabda Allah. Karena Yesus sebagai sabda Allah maka Santo Yosef ikut menjadi pelindung dan penjaga sabda Allah.

Bagi umat Kristiani sejumlah perayaan ibadah yang digelar dalam pembatasan bukan halangan. Sejak satu tahun terakhir pada sejumlah gereja perayaan dilakukan dengan protokol kesehatan (Prokes). Saat masa tri suci Paskah yang dimulai dari Minggu Palma (28/3/2021) hingga Paskah (4/4/2021) digelar dalam kesederhanaan. Semangat untuk tetap merayakan kebangkitan Yesus dilakukan dengan penuh penghayatan.

“Kebijakan pastoral selama masa Pra Paskah hingga Paskah tetap mengedepankan protokol kesehatan anjuran pemerintah,” cetusnya.

Sejumlah gereja sesuai surat gembala Paskah 2021 menggelar perayaan Tri Hari Suci Paskah dengan sederhana. Bagi sejumlah gereja seperti Katedral Kristus Raja dan sejumlah gereja dirayakan secara virtual. Perayaan tri hari suci Paskah dimulai dari Kamis Putih (1/4/2021), Jumat Agung (2/4/2021) dipersiapkan dengan tanpa kehadiran umat. Yohanes Widodo, ketua stasi Pasuruan menyebut gereja telah dibatasi untuk perayaan ibadah.

Ibadah virtual sebutnya dilakukan pada sejumlah gereja di kota dan sebagian dilakukan langsung dengan pembatasan umat salah satunya di gereja Santo Petrus dan Paulus, Pasuruan, Penengahan, Lampung Selatan. Persiapan protokol kesehatan pada perayaan Paskah sebutnya diperketat. Pengurus gereja telah menyiapkan tempat cuci tangan, hand sanitizer, jaga jarak dan umat wajib bermasker.

Lihat juga...