Vaksinasi Covid-19 Massal di Mataram Mulai Besok

Ilustrasi -Ant

MATARAM – Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menjadwalkan kegiatan vaksinasi Covid-19 massal dimulai Jumat (26/3), dengan sasaran sejumlah fasilitas umum, pasar tradisional dan pusat perbelanjaan, guna mempercepat cakupan target vaksinasi di daerah itu.

“Jumat (26/3) besok pagi, kegiatan vaksinasi Covid-19 massal akan kita mulai di Pasar ACC Ampenan, pusat perbelanjaan, dan sejumlah fasilitas publik lainnya termasuk tempat ibadah,” kata Asisten I Bidang Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, di Mataram, Kamis (25/3/2021).

Pernyataan itu disampaikan seusai menghadiri rapat persiapan kegiatan vaksinasi Covid-19 massal di sejumlah fasilitas publik, pasar tradisional dan pusat-pusat perbelanjaan lainnya di Mataram, bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, yakni Dinas Kesehatan, RSUD Kota Mataram, Dinas Perdagangan dan OPD lainnya.

Berdasarkan data Dinkes, katanya, target sasaran vaksinasi Covid-19 terhadap warga Kota Mataram sebanyak 295.000 orang yang merupakan penduduk usia di atas 18 tahun termasuk kalangan lanjut usia (lansia).

“Namun demikian, dalam kegiatan vaksinasi Covid-19 massal itu, lansia tetap menjadi prioritas, agar target 13.366 lansia bisa tercapai. Selain lansia, prioritas lainnya juga pekerja pelayanan publik,” katanya.

Dikatakan, untuk mempercepat proses vaksinasi Covid-19, maka tim kesehatan dan vaksinator akan dibagi menjadi dua. Dengan ketentuan, tim dari RSUD Kota Mataram akan menangani pasar dan fasilitas publik, sedangkan tim Dinkes Mataram memberikan pelayanan di 50 kelurahan.

“Mulai besok, kita akan buka posko vaksinasi di setiap kelurahan,” katanya.

Kegiatan pelayanan vaksinasi Covid-19 secara massal ini, sesuai instruksi Wali Kota Mataram. Dengan demikian, Mataram bisa mengambil peluang bila ada stok vaksin di daerah lain yang tidak dimanfaatkan, dialihkan untuk kegiatan vaksinasi di Mataram.

“Sebaliknya, jika kita yang lambat melakukan vaksinasi, kuota vaksin kita akan dialihkan ke daerah lain. Jadi, kita ingin mengambil peluang mendapatkan vaksin dari daerah lain, agar kita bisa segera kembali ke kehidupan normal sebelum pandemi,” katanya. (Ant)

Lihat juga...