Vaksinasi Tahap II di Bekasi Sasar Semua Kategori

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Jawa Barat, Tanti Rohilawati, mengatakan vaksinasi tahap 2 sudah sampai untuk 64.200 sasaran di wilayah setempat.  

“Saat ini dilakukan kegiatan massal, dengan sasaran dari semua kategori, baik dari ASN, Non ASN Kota Bekasi, BUMN, Tokoh Agama , Guru Dosen dan lainnya,” kata Tanti, di sela kegiatan vaksinasi massal di MM dengan sasaran ASN dan non-ASN, tokoh agama dan lansia, Jumat (26/3/2021).

Diakuinya, bahwa selain di puskesmas, klinik dan RS pelaksanaan vaksinasi massal juga dilakukan di tiga tempat, yaitu Binus Sumarecon, GPS  Kali Malang, Hotel Horison. Hasilnya  di ada 4.175 orang tervaksinasi. Untuk lansia, direncanakan 500 orang yang sudah mendaftar melalui link https://bit.ly/vaksinasilansiakotabekasi dinas kesehatan kota Bekasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, Jumat (26/3/2021). –Foto: M Amin

Namun, karena tingginya keinginan dan partisipasi masyarakat, terkait  Vaksin Covid 19 ini, link yang diinfokan melalui media sosial ini langsung penuh dalam waktu 1 jam, sehingga membuat masyarakat terus mencari tahu kapan akan ada kegiatan selanjutnya untuk vaksinasi lansia. Informasi vaksinasi bagi lansia akan diinformasikan lebih lanjut.

“Kegiatan vaksinasi lansia akan terus dilakukan selama vaksin tersedia. Setelah Kegiatan massal ini, vaksinasi lansia juga direncanakan terus dilaksanakan di puskesmas, rumah sakit dan klinik,” tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, berharap semua elemen masyarakat di Kota Bekasi mendukung upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Bekasi dalam memerangi Covid-19, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan 5M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Peningkatan angka kasus Covid-19 di Kota Bekasi saat ini masih terjadi, disebabkan keberadaan Kota Bekasi di tengah wilayah epicentrum Covid-19, antara lain DKI, Kab Bekasi, Kota Depok dan Kab Bogor, dan aktivitas masyarakat yang tinggi.

Meskipun tinggi secara indikator, Kota Bekasi dalam penanganan mampu mengendalikan kasus Covid-19, hal ini terlihat dengan angka kesembuhan yang tinggi dan angka kematian yang terus menurun.

“Jumlah testing yang tinggi di Kota Bekasi adalah salah satu alasan penambahan kasus konfirmasi di Kota Bekasi,” tegasnya.

Angka kesembuhan dari lima kecamatan dengan angka tertinggi pada 30 Januari, terlihat mengalami peningkatan pada tanggal 20 Februari berkisar 92 persen sampai 96 persen, untuk kasus aktif mengalami penurunan 2 persen sampai 6 persen, sedangkan kematian juga turun diangka 1,05 persen sampai 1,79 persen.

Data pemanfaatan tempat tidur (BOR) rumah sakit rujukan yang saat ini di atas 56.4 persen. Hal tersebut, bahwa persentase BOR Kota Bekasi ini masih terbilang normal, karena dilihat standar badan kesehatan dunia atau WHO, BOR dalam masa pandemi sebesar 60 persen, dengan nilai normal BOR 60 persen sampai dengan 80 persen. Total sebanyak 1.938 tempat tidur di RS rujukan.

Seiring upaya penegakan protokol kesehatan yang terus digencarkan, Pemkot Bekasi terus menambah fasilitas kesehatan yang ada untuk menangani pasien Covid-19.

Pemerintah terus melakukan vaksinasi Covid-19 untuk disuntikkan kepada 480.000 jiwa di 56 kelurahan, dan sudah masuk tahap ke dua kelompok sasaran petugas kesehatan, petugas pelayanan publik, ASN dan Non ASN, tenaga Pendidik, Lansia mengikuti ketersediaan dosis vaksin yang diberikan pemerintah Pusat.

Lihat juga...