Wana Wisata Ciptakan Peluang Pendapatan Berbasis Alam

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Potensi hutan atau wana kerap menjadi peluang wisata. Sejumlah kawasan hutan dimanfaatkan masyarakat pada zona pemanfaataan untuk wisata alam. Kawasan hutan Gunung Rajabasa salah satunya dikenal sebagai wana wisata berbasis air terjun. Cecakhah Way Pekhos di Desa Pematang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan jadi salah satu wana wisata alternatif.

Mutohirin, Ketua Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) menyebut, wana wisata dikembangkan oleh pemuda desa setempat. Wana wisata Cecakhah Way Pekhos sebagai destinasi alam menawarkan sejumlah atraksi. Sebagai wilayah yang ada di hutan Gunung Rajabasa, potensi wisata tracking, hiking, camping bisa dilakukan.

Mutohirin, Ketua Kelompok Usaha Perhutanan Sosial Desa Pematang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, memanfaatkan hutan untuk wisata, Minggu (21/3/2021) – Foto: Henk Widi

Pengelolaan wana wisata sebut Mutohirin, berbasis pelestarian, edukasi. Spot paling utama wana wisata Cecakhah Way Pekhos sebutnya menghadirkan sensasi air terjun.

Keindahan air terjun berair jernih dengan lebih dari enam tingkat jadi atraksi alami. Panorama alam hutan, pegunungan dan bukit bahkan panorama laut bisa dilihat dari ketinggian.

“Bagi pehobi pengamatan burung atau birds watching bisa memanfaatkan binocular untuk melihat dari dekat dan mengabadikan sejumlah species burung liar yang sudah langka dan masih bisa ditemukan pada kawasan Cecakhah Way Pekhos,” terang Mutohirin saat dihubungi Cendana News, Minggu (21/3/2021).

Wisata birds watching atau pengamatan burung di kawasan hutan Gunung Rajabasa, Lampung Selatan, jadi salah satu pilihan untuk menikmati keindahan wana wisata, Minggu (21/3/2021) – Foto: Henk Widi

Pengelolaan wana wisata sebut Mutohirin, memiliki potensi untuk pendapatan ekonomi masyarakat. Kunjungan dari sejumlah wisatawan sebutnya bisa menjadi sumber pemasukan bagi pengelola. Vegetasi hutan sekunder yang sebagian dikelola masyarakat sebutnya bisa menjadi wisata alam dengan atraksi panen damar, panen durian dan beragam buah hutan.

Pengelolaan Cecakhah Way Pekhos sebut Mutohirin, menjadi upaya pengelolaan berkelanjutan. Sebab sejumlah destinasi wisata alam di kaki Gunung Rajabasa cukup beragam. Selain Cecakhah Way Pekhos ia menyebut telah melihat pengelolaan wana wisata berbasis air terjun. Lokasi itu ada di air terjun Way Tayas di Pangkul, air terjun Cugung, air terjun Way Kalam dan sejumlah air terjun lain.

“Potensi wisata alam berbasis hutan kami kembangkan dengan tetap mempertahankan keaslian alam yang ada, hanya membenahi fasilitas tambahan agar nyaman bagi pengunjung,” cetusnya.

Bisa ditempuh dengan jarak sekitar 5 kilometer dari akses jalan utama, keasrian wana wisata akan terlihat. Suasana hutan alami dengan kicauan burung jadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung. Meski ditempuh dengan jalan kaki, memakai motor, kesegaran alami air Cecakhah Way Pekhos bisa menjadi destinasi wisata pilihan.

Adian Novrizal, pemuda Desa Pematang menyebut, pemanfaatan wana wisata sebutnya telah dilakukan sejak lama. Namun Cecakhah Way Pekhos baru kembali dikenal setelah masa pandemi Covid-19 di mana kerinduan wisata alam menjadi tren. Sebagai peringatan Hari Hutan Internasional setiap tanggal 20 Maret, ia menyebut wana wisata jadi potensi untuk mendapatkan sumber ekonomi.

“Pengelola bisa mendapat pemasukan jasa wisata, jasa ojek dan menjual produk hasil pertanian yang ditawarkan pada pengunjung,” sebutnya.

Jasa wisata yang saat ini tengah dikembangkan dilakukan dengan fasilitas camping ground (area berkemah). Area berkemah yang digunakan pecinta alam menjadi lokasi favorit bagi penikmat wana wisata.

Berkemah pada area yang telah ditentukan bisa menjadi kesempatan menikmati suasana hutan saat pagi hingga malam.

Wahyudi Kurniawan, Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah XIII Gunung Rajabasa, Way Pisang dan Bukit Serampok menyebut, potensi wana wisata sangat terbuka di Lamsel.

Tanpa merusak dan berbasis pelestarian kawasan Gunung Rajabasa wana wisata jadi menarik. Kawasan tersebut bisa menjadi blok pemanfaatan salah satunya wana wisata tersebut.

“Sejumlah wilayah di Gunung Rajabasa dikenal sebagai jalur pendakian, objek wisata air terjun dan pusat edukasi serta penelitian,” sebutnya.

Pemanfaatan wana wisata dengan penataan, pengelolaan yang baik memiliki manfaat positif. Penataan akses jalan sebutnya jadi salah satu daya tarik wisatawan.

Destinasi wisata juga akan menarik dengan adanya Atraksi, Amenitas dan Aksesibilitas (3A). Semua potensi itu telah dimiliki Cecakhah Way Pekhos dan sejumlah air terjun di Gunung Rajabasa.

Potensi wana wisata yang dikelola dengan baik menjadi peluang pemasukan bagi warga.

Lihat juga...