Warga Bangsalsari-Jember Keluhkan Sampah di Selokan

Editor: Koko Triarko

JEMBER – Fungsi saluran air selokan dibentuk sebagai media penampungan air hujan yang dapat mengalir ke sungai maupun ke sawah di sekitarnya. Namun berbeda dengan aliran air selokan yang berada di wilayah kelurahan Sukerejo, Bangsalsari. Sanitasi air selokan yang ada justru dimanfaatkan untuk membuang sampah.

Nyonya Sofyan, warga Sukerejo, menyatakan sanitasi air yang berada di depan rumah miliknya seringkali digunakan sebagai tempat pembuangan sampah oleh warga, baik warga sekitar maupun pengendara motor yang lewat.

Ia mengaku agar sampahnya tidak berserakan ke mana-mana, memilih cara untuk membakarnya di saluran sanitasi tersebut.

“Hampir satu tahun tempat aliran ini digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. Seringkali juga terdapat sampah rumah tangga yang dibuang di tempat tersebut,” ujar Sofyan, Rabu(17/3/21).

Ia mengaku tidak berani untuk menegur orang-orang yang membuang sampah di depan rumahnya. “Kalau sesekali kadang saya tegur agar sampahnya tidak dibuang di tempat aliran air, namun hal tersebut masih dilakukan berulang kali,” tambahnya.

Mengingat saat ini masih mengalami masa musim penghujan, seringkali terdapat genangan air setelah hujan turun.

“Karena sanitasi aliran airnya dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan sampah, maka saat ini tidak lagi berfungsi. Setelah hujan turun, tak heran air hujan menggenang dan kadangkala sering masuk ke pekarangan rumah saya,” tandasnya.

Sofyan menyatakan, fasilitas tempat pembuangan sampah yang ada di sekitar rumahnya, minim. Saat di tempat pembuangan sampah sementara penuh, maka memanfaatkan fasilitas sanitasi aliran air selokan yang ada di sepanjang depan rumah warga.

“Tempat sampah sementara yang ada di sekitar sini masih sedikit. Karena kurangnya fasilitas tempat sampah, akhirnya menggunakan tempat selokan ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, semestinya ada penambahan fasilitas sebagai tempat pembuangan sampah. Sehingga sampah tidak menumpuk di dalam rumah dan ada tempat sebagai fasilitas pembuangan sampah.

Secara terpisah, salah satu perangkat desa, Suprayitno, menyatakan, masalah sampah perlu ditangani secara bersama-sama. Fasilitas-fasilitas penyediaan tempat pembuangan sampah sementara dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Untuk menguraikan masalah sampah perlu adanya sinergisitas dari masyatakat. Perangkat desa telah menyediakan fasilitas tempat pembuangan sampah, namun saat tempat sampah yang ada sudah penuh, maka diharapkan untuk segera dipindahkan ke tempat penampungan sampah berikutnya,” ucapnya.

Suprayitno menambahkan, perangkat desa sudah menyediakan fasilitas tempat sampah semetara, diharapkan mampu mengurangi membuang sampah sembarangan.

“Sesuai fungsinya, bahwa tempat sampah digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. Adanya fasilitas tempat sampah bertujuan agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarang. Hal itu perlu adanya kerja sama dengan masyarakat, agar masalah sampah dapat diselesaikan secara bersama-sama,” tandasnya.

Lihat juga...