Warga di Sikka Keluhkan Limbah Ternak yang Cemari Lingkungan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Limbah ternak peliharaan warga seperti ternak babi dan ayam yang banyak dipelihara warga di kompleks perumahan di Kota Maumere dan wilayah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) dikeluhkan sebagian warga.

Salah seorang peternak babi di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT yang mengolah limbah dari kandang ternaknya menjadi biogas saat ditemui di kantor Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Rabu (24/3/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Masih banyak warga yang memelihara ternak di rumahnya namun tidak memperhatikan limbahnya sehingga lingkungan pun tercemar,” kata Marselina Dua Kensi, salah satu warga Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT saat ditemui di Pasar Alok Maumere, Rabu (24/3/2021).

Lina sapaannya mengatakan, di Kota Maumere saja masih banyak warga yang memelihara ternak babi, dan kandangnya kadang tidak dibersihkan dengan baik.

Ia sebutkan, bau menyengat pun akan menyebar sehingga para tetangga tidak merasa nyaman dengan keadaan ini.

Ia berharap agar warga yang memelihara ternak di pemukiman warga harus memperhatikan kebersihan kandang dan pembuangan limbah kotoran ternaknya.

“Warga harus memperhatikan kebersihan kandangnya agar jangan sampai kotoran ternaknya termasuk air limbahnya mencemari tanah dan air. Banyak warga yang menggunakan sumur bor sehingga air bisa saja tercemar,” ucapnya.

Salah seorang peternak di Kota Maumere, Tadeus mengakui memelihara puluhan ekor ternak babi dengan membuat kandang dari semen dan permanen yang selalu dibersihkan setiap pagi dan sore hari.

Tadeus mengatakan, semua limbah ternaknya dialirkan ke dalam bak penampung yang tertutup dan diolah menjadi biogas yang bisa dia pergunakan untuk memasak makanan ternak.

“Saya mengolah limbah ternak dari kandang saya menjadi biogas yang saya pergunakan untuk memasak makanan ternak dan bisa juga dipergunakan untuk keperluan memasak sehari-hari,” ucapnya.

Tadeus yang juga seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) ini mengakui mengeluarkan biaya yang tergolong besar untuk membayar jasa pembuatan instalasi biogas di rumahnya.

Dirinya pun mengakui rutin membersihkan kandang dan melakukan penyemprotan disinfektan dan pewangi agar baunya tidak mencemari lingkungan dan menyusahkan warga sekitar.

“Sebagai peternak kita tentu harus memperhatikan kebersihan kandang dan juga limbahnya agar jangan mencemari lingkungan,” ucapnya.

Tadeus mengakui mendapat manfaat dengan mengolah limbah sehingga menekan biaya beli minyak tanah untuk bahan bakar kompor.

Ia pun sependapat agar warga yang memelihara ternak bisa memperhatikan kebersihan kandang dan limbah yang dihasilkan.

“Biasanya orang menggali lubang sehingga limbah kotoran ternaknya disiram dan mengalir ke dalam lubang tersebut dan meresap ke dalam tanah,” ucapnya.

Lihat juga...