Warga Jakarta Ini Manfaatkan Sampah Plastik Jadi Beragam Kerajinan

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Sri Hartati, warga kelurahan Cijantung, Jakarta Timur, memanfaatkan sampah plastik menjadi berbagai kerajinan bernilai ekonomi. Mulai dari tas, boneka dan lainnya. Ia mengaku, kreativitasnya tersebut dilakukan untuk membantu mengurangi volume sampah yang tiap hari terus bertambah.

Tati, demikian panggilannya, memanfaatkan sampah plastik berupa bekas pinggiran botol plastik minuman untuk dijadikan tempat minum, tempat tisu dan pot bunga. Selain itu, piring yang terbuat dari koran bekas dan tas berbahan bekas bungkus kopi. Sedangkan tas dikreasikan dari bekas bungkus pewangi atau kemasan plastik minyak goreng.

Ada pun untuk boneka dibuat dari kain perca atau kain bekas, yang dikreasikan dengan manik-manik sebagai pemanisnya.

Ragam kreasi yang dibuat Sri Hartati dari bahan sampah plastik, koran dan kain bekas di perlihatkan di rumahnya di Jalan Pandan Alas, Kelurahan Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (31/3/2021). -Foto: Sri Sugiarti

“Saya daur ulang sampah menjadi ragam kreasi  ini, tujuannya untuk mengurangi volume sampah, bantu pemerintah. Jadi, kan lingkungan kita bersih,” ujar Tati, ditemui di rumahnya di Jalan Pandan Alas, Kelurahan Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (31/3/2021).

Apalagi, kata dia, sampah plastik itu sulit untuk dihancurkan dan berbahaya. Jika dibakar, berdampak pada kebersihan lingkungan. Begitu juga dengan koran bekas.

“Daripada dibuang, sampah-sampah plastik dan koran itu mending dikumpulin. Lalu, dimanfaatkan dibuat kreasi yang bernilai ekonomis,” imbuh wanita kelahiran Jakarta 61 tahun, ini.

Selain mengumpulkan sendiri, Tati juga mendapatkan sampah-sampah plastik itu dari saudaranya. “Kan banyak saudara, kalau dalam satu rumah saja yang ngopi ada lima orang, misalnya. Pan sudah lima bungkus kopi plastik. Mereka kumpulin, dikasih ke saya untuk dibuat tas,” ujarnya.

Tentu, menurutnya, kalau mereka sembarangan membuang sampah itu akan merusak lingkungan. Maka, sebaiknya dipilah dikumpulkan, dan dimanfaatkan menjadi ragam keterampilan.

Tati mengaku membuat ragam kreasi berbahan sampah ini secara otodidak. Bahan tambahan untuk kreativitas itu hanya kawat kecil, lem, manik-manik dan kain untuk lapisan dalam tas.

“Ya, belajar secara otodidak saja, liat di youtobe pan banyak contohnya. Yang penting itu ada niat, telaten dan sabar. Kalau kegiatan ini bermanfaat, selain untuk lestarikan lingkungan juga ada nilai ekonominya, lumayan,” tukas nenek tiga cucu ini.

Dalam membuat satu kreasi berbahan sampah plastik ini, contohnya sampah itu menurutnya butuh waktu seminggu.

“Saya kan utamain kerjaan rumah dulu, baru bikin ragam kreasi itu. Lamanya pembuatan tergantung tingkat kesulitannya, seperti tempat minum itu yang lama kan merangkainya. Bahan bekas botol plastiknya kan harus dicuci dulu,” ujarnya.

Tati berharap, setiap keluarga memiliki kepedulian untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan memilah sampah sebelum dibuang.  Diharapkan pul,a warga dapat turut serta memanfaatkan sampah-sampah plastik menjadi sebuah kreasi yang menambah penghasilan.

“Sampah dipilah lagi dibuat keterampilan, itu ada nilainya. Ngurangi volume sampah juga, lingkungan jadi bersih dan nyaman,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Timur, Hermansyah, mengatakan pihaknya selalu mengimbau masyarakat untuk mengolah sampah dan bijak dalam penggunaan sampah, baik sampah rumah tangga maupun plastik.

“Kita edukasi masyarakat untuk memilah sampah organik dan angornik di lingkungan. Nanti sampah anorganik itu akan didaur ulang jadi tas, dompet, dan kreasi lainnya yang bernilai ekonomis. Sampah organiknya dibuat kompos untuk nyuburin tanaman,” ujar Herdiansyah kepada Cendana News, saat dihubungi, Rabu (31/3/2021).

Bahkan, kata dia, di setiap kelurahan di masing-masing RW sudah banyak kreasi sampah yang dihasilkan oleh para kader PKK dan warga.

“Sudah banyak ya kreasi berbahan sampah yang dibuat warga, sering dipamerkan,” ujarnya.

Dengan memilah sampah untuk kemudian dijadikan kreativitas, menurutnya upaya itu sebagai bentuk kepedulian warga dalam menjaga lingkungan yang bersih.

“Kesadaran dan pedulian warga menjaga lingkungan bersih dari sampah, memilahnya jadi ragam kreasi. Ini berarti mengurangi volume sampah lingkungan,” pungkasnya.

Lihat juga...