Warga Mampu di Gorut Diminta tak Gunakan Elpiji 3Kg

Ilustrasi [CDN]

GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, Povinsi Gorontalo, meminta warga mampu di daerah itu untuk tidak menggunakan elpiji 3 kilogram (kg) bersubsidi.

“Yang terjadi saat ini, pemanfaat elpiji 3kg bersubsidi merata. Semua mau dilayani sama, padahal elpiji bersubsidi itu hanya untuk warga kurang mampu,” kata Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Pemkab Gorontalo Utara, Ahyun Blongkod, di Gorontalo, Minggu (7/3/2021).

Warga mampu diharapkan memiliki kesadaran untuk tidak menggunakan elpiji 3kg bersubdisi. “Silakan gunakan bright gas 5,5kg yang stoknya tersedia cukup banyak,” kata Ahyun.

Pihaknya, kata dia, mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat termasuk bersinergi dengan pemerintah kecamatan, untuk mendorong warga mampu menggunakan bright gas.

Cukup sulit memang mengubah yang biasa dari yang sebelumnya ikut memanfaatkan elpiji 3kg bersubsidi, untuk beralih ke bright gas.

“Namun, memang harus dilakukan. Sebab warga mampu, termasuk pegawai negeri sipil (PNS) dan pelaku usaha bermodal dasar di atas Rp5 juta wajib segera beralih,” katanya lagi.

Warga mampu diharapkan memiliki kesadaran, dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk DPRD pun diharapkan ikut mendorong hal itu.

Data Dinas Sosial setempat, kata Ahyun, penerima manfaat di daerah ini sebanyak 900 rumah tangga sasaran di 2020. Sementara kuota di tahun itu mencapai 3.131 metrik ton.

Untuk 2021 ini, pemkab mengajukan penambahan kuota untuk menyesuaikan perubahan data, karena adanya peningkatan jumlah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di masa pandemi Covid-19.

Tahun ini, Gorontalo Utara mendapatkan kuota 4.100 metrik ton untuk 1.367 rumah tangga sasaran, pelaku UMKM, dan 800 nelayan penerima program konversi BBM ke BBG.

“Ingat, kuota ini bukan untuk warga mampu. Yang mampu silakan gunakan bright gas 5,5kg,” ujarnya, menjawab keresahan publik terkait sulitnya mendapatkan elpiji 3kg di daerah itu. (Ant)

Lihat juga...