Lebaran CDN

33.043 Warga di Boyolali Sudah Divaksin Corona

BOYOLALI – Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali menyebutkan jumlah warga –sesuai prioritas– yang sudah divaksin COVID-19 untuk suntikan pertama di wilayah itu, tercatat 33.043 sasaran.

“Warga yang sudah divaksin dosis pertama di Boyolali sebanyak 33.043 sasaran dan dosis atau suntikan kedua sebanyak 20.716 sasaran,” kata Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S. Survivalina, di Boyolali, Selasa.

Vaksinasi terus dilaksanakan selama Ramadan, termasuk vaksinasi terhadap sekitar 2.000 sasaran untuk perangkat desa dan Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali.

Hingga saat ini, Dinkes Boyolali sudah menerima vaksin 68.750 dosis dengan rincian, jenis Sinovac sebanyak 62.750 dosis dan Astrazeneca sebanyak 6.000 dosis.

Pemkab Boyolali terus melakukan percepatan vaksinasi di seluruh jajarannya. Pelaksanaan vaksinasi kali ini, ditujukan kepada kepala dan perangkat desa, dan TP PKK di Kecamatan Nogosari. Sebanyak 140 sasaran perangkat desa dan anggota TP PKK divaksinasi di Puskesmas Nogosari.

Kepala Puskesmas Nogosari, Sri Maryati, mengatakan, vaksinasi tersebut tahap kedua pada episode kelima yang telah dicanangkan Dinkes Kabupaten Boyolali.

“Vaksinasi pada Selasa ini, khusus untuk TP PKK dan perangkat desa ada sebanyak 140 sasaran se-Kecamatan Nogosari. Kami telah berhasil melakukan vaksinasi kepada 2.000 sasaran dengan target untuk perangkat desa selesai,” kata dia.

Kepala Desa Rembun, Suwarno, menyambut baik vaksinasi COVID-19.

Pada penyuntikan pertama ini, dia tidak merasakan keluhan apa-apa.

Kepala Desa Bendo, Samsidi, juga mengimbau masyarakat agar tidak takut mengikuti vaksinasi karena manfaatnya untuk meningkatkan imunitas tubuh, agar mampu memutus rantai penyebaran COVID-19 di daerah itu.

Jika pandemi COVID-19 telah bisa diatasi, katanya, aktivitas masyarakat dapat kembali normal.

“Kami mengajak masyarakat mengikuti vaksin yang dianjurkan pemerintah, karena vaksin itu satu satunya untuk memutus mata rantai penularan COVID-19,” katanya. (Ant)

Lihat juga...