Lebaran CDN

Ada Ternak Tak Produktif, Peternak DCML Argomulyo Memilih Penggemukan Sapi Jantan

Editor: Mahadeva

YOGYAKARTA – Peternak, yang tergabung dalam Kelompok Ternak Ngudi Rejeki, Dusun Kaliberot, Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Argomulyo Sedayu, Bantul, terus berupaya mengembangkan dan memajukan usaha demplot ternak sapi yang ada di desanya.

Memasuki 2021, para peternak binaan Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo tersebut, berencana memfokuskan kegiatan pada penggemukan sapi jantan. Hal itu dilakukan sebagai solusi, untuk mengatasi keberadaan sapi tidak produktif meski telah dipelihara dan dibudidayakan sejak tiga sampai empat tahun terakhir.

Ketua Kelompok Ternak Ngudi Rejeki, Rakiman menyebut, ada sejumlah sapi yang hingga saat ini belum mampu produktif. Dari 13 ekor sapi bantuan Yayasan Damandiri, tercatat ada enam ekor yang diketahui belum bisa bunting atau melahirkan anakan sama sekali.

Padahal sudah dilakukan proses inseminasi buatan secara rutin setiap beberapa bulan sekali.  Sebanyak tujuh ekor sapi lainnya diketahu telah produktif, ditandai mampu melahirkan sejumlah anakan sapi, dengan total mencapai sembilan ekor. Bahkan tercatat ada tiga ekor sapi yang sudah melahirkan anakan hingga dua kali. Serta ada juga satu ekor sapi yang sudah melahirkan anakan hingga sebanyak tiga kali selama kurun waktu tiga sampai empat tahun tahun terakhir.

“Meski belum mampu produktif, namun kita terus mencoba melakukan proses perkawinan dengan sistem inseminasi buatan. Terakhir kita lakukan tiga bulan lalu. Namun sampai saat ini memang kita cek apakah sudah bunting atau belum. Dalam waktu dekat ini rencananya akan kita cek dengan memanggil pihak petugas Puskeswan untuk memastikan,” ungkapnya.

“Meski begitu. Jika memang masih ada sapi yang tetap belum bisa bunting, maka ada kemungkinan untuk kita tukarkan dengan sapi lain. Baik itu dengan indukan sapi betina yang produktif ataupun sapi jantan untuk kemudian fokus pada pembesaran,” tambahnya.

Salah seorang peternak, Siswoyo, mengaku lebih cenderung memilih untuk menukarkan sapi miliknya dengan sapi jantan. Pasalnya ia menilai budi daya pembesaran sapi jantan lebih menguntungkan, jika dibandingkan pembudidayaan indukan sapi betina. Baik itu dari sisi waktu yang lebih cepat, ataupun keuntungan yang lebih besar.

“Karena sapi saya ini belum bisa produktif, kemungkinan nanti akan saya tukarkan dengan sapi jantan untuk pembesaran atau penggemukan. Karena selain harga jual sapi jantan lebih tinggi, pasar sapi jantan juga lebih luas, mengingat setiap tahunnya selalu dibutuhkan untuk keperluan hari raya Qurban. Waktu budi daya juga lebih cepat, hanya enam bulan sudah bisa panen,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Kelompok ternak Ngudi Rejeki di 2017 mendapatkan bantuan 15 indukan sapi dari Yayasan Damandiri. Bantuan diberikan melalui Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo, dalam bentuk pinjaman modal usaha. Sapi-sapi tersebut kemudian dipelihara dan dibudidayakan oleh para peternak di kandang kelompok dusun Kaliberot. Kegiatannya sebagai bagian pemberdayaan melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari.

Usaha demplot ternak sapi diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan warga khususnya para peternak. Para peternak bisa mendapatkan keuntungan dari hasil menjual anakan, dengan sistem bagi hasil bersama koperasi.

Sejauh ini, diketahui sudah ada sembilan ekor anakan sapi yang dihasilkan, dengan enam diantaranya telah dijual oleh para peternak. Nilai jual rata-rata sekira Rp8 juta hingga Rp9 juta, tergantung jenis kelamin maupun usia. Dari hasil penjualan tersebut peternak mendapatkan bagian 70 sampai 80 persen. Sementara koperasi mendapatkan prosentase pembagian 20-30 persen.

Lihat juga...