Anggaran Pendidikan di Jember 2021 Capai Rp1,1 Triliun

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JEMBER – Aspek pendidikan di Jember memiliki anggaran paling tinggi dibandingkan dengan bidang lainnya.

Hal tersebut disampaikan Mirfano, Sekda Jember, dalam acara dialog publik di Gedung Pendopo Wahyawibawagraha.

Lebih jauh Mirfano menyatakan, serapan anggaran pendidikan di Jember memang memiliki nominal yang lebih besar dibandingkan serapan anggaran untuk bidang lainnya, yang ditetapkan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Jember.

“Anggaran pendidikan di Jember saat ini berada pada level pertama dengan serapan anggaran yang dikeluarkan untuk pendidikan sebesar 1,1 triliun. Dalam RAPBD yang ditetapkan dalam rapat paripurna DPRD, RAPBD yang disahkan sebesar 4,4 triliun. Artinya, serapan anggaran untuk pendidikan sebesar 28%,” ucap Mirfano, Kamis (8/4/2021).

Mirfano menambahkan, selain itu, level kedua serapan anggaran yang besar yakni pada bidang kesehatan, dan pada posisi ketiga pada bidang pertanian.

“Tiga elemen penting itu merupakan fokus pembangunan untuk kemajuan Jember dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM),” ujarnya.

Pendidikan merupakan salah satu sektor penting dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia, maka dengan meningkatkan anggaran pendidikan, pengembangan sektor pendidikan bisa tumbuh secara maksimal.

“Membangun manusia, salah satunya melalui sektor pendidikan. Pendidikan merupakan cikal bakal bagaimana meningkatkan potensi seseorang. Selain itu untuk meningkatkan potensi pemberdayaan pendidikan, serapan anggaran yang besar mampu mendongkrak kualitas pendidikan,” ungkapnya.

Menurutnya pula, pandemi Covid-19 berdampak atas terbatasnya kegiatan belajar mengajar di sekolah. Selama satu tahun lamanya, siswa tidak dapat melaksanakan kegiatan belajar tatap muka. Hal tersebut menjadi keluhan seluruh elemen masyarakat, guru dan juga orang tua.

Terpisah, Bambang Tjahjono, Kepala Dinas Pendidikan Jember, menyampaikan, sampai saat ini, Jember masih belum menentukan kebijakan untuk melaksanakan pembelajaran secara tatap muka. Hal  ini mendapat respons dari beberapa guru yang ada di Kabupaten Jember.

Bambang Tjahjono, Kepala Dinas Pendidikan Jember, dijumpai awak media, Kamis (8/4/2021) – Foto: Iwan Feri Yanto

“Surat sebanyak 328 dari sekolah SMP dan 1028 dari sekolah SMA dikirim kepada kami di Dinas Pendidikan. Surat yang disampaikan, guru meminta untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka. Paling tidak untuk siswa kelas 6 dan kelas 9 yang akan melaksanakan ujian kelulusan,” pungkasnya.

Lihat juga...