Angin Kencang di Tanah Datar Sebabkan 32 Bangunan, Rusak

BATUSANGKAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Datar, mencatat  32 unit bangunan di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat mengalami rusak sedang hingga berat akibat diterjang angin kencang yang terjadi pada Rabu (31/3).

“Hasil tinjauan lapangan bersama Dinas Sosial hingga Kamis sore, jumlah kerusakan bangunan akibat angin kencang di Tanah Datar berjumlah 32 bangunan, tiga di antaranya rusak parah dan tidak bisa dihuni lagi,” kata Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Datar, Benny Yohenri di Batusangkar, Jumat (2/4/2021).

Ia mengatakan, bangunan rusak berat tersebut merupakan rumah warga yang tersebar di daerah Lintau, Puncak Pato dan di Nagari Barulak, Kecamatan Tanjung Baru.

Untuk pembersihan material reruntuhan bangunan, pihaknya mengerahkan tim penanggulangan bencana di tiap nagari, tim Tagana, dan satuan tugas lainnya serta melaporkannya kepada BPBD Tanah Datar.

Ia mengaku, terkait jumlah kerugian akibat terjangan angin kencang tersebut belum bisa ditotalkan, karena masih tahap pendataan.

“Kalau jumlah kerugian belum bisa disimpulkan, karena belum semuanya terdata. Saat ini masih melakukan pendataan ke lapangan,” katanya.

Sementara Wakil Bupati Tanah Datar, Richi Aprian, mengatakan menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kondisi angin kencang yang menimpa daerah itu diperkirakan masih akan berlangsung hingga pertengahan April ini.

“Mari kita tingkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi alam yang tidak menentu saat ini, terutama angin kencang yang bisa mendatangkan kerugian bahkan bisa mengancam keselamatan jiwa,” katanya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada petugas, relawan, dan satuan tugas bencana di tiap-tiap nagari yang sudah bersama-sama membantu warga yang terdampak bencana.

Sebelumnya, pada Rabu ( (31/3) hingga malam hari angin kencang melanda daerah itu mengakibatkan pohon tumbang dan merusak beberapa rumah warga, rumah gadang, hingga sekolah.

Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa angin kencang tersebut, namun seorang warga di Jorong Tangah XX, Nagari Malalo, Kecamatan Batipuah Selatan dilaporkan tertimpa pohon kayu.

Peristiwa cuaca ekstrem itu hampir tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya di Kecamaran X Koto, Batipuh, Batipuh Selatan, Salimpaung, Sungai Tarab, Pariangan, Lima Kaum dan Tanjung Emas, Tanjuang Baru, dan Lintau. (Ant)

Lihat juga...