Aparat Bangun Jembatan Darurat Pasca-Banjir Bandang Adonara

Editor: Makmun Hidayat

LARANTUKA — Dampak banjir bandang yang melanda beberapa kecamatan di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/4 dinihari menyebabkan akses jalan menuju beberapa kecamatan terputus.

“Banjir bandang membuat jembatan di Kota Kecamatan Waiwerang putus. Aparat TNI dan Polri bangun jembatan darurat Senin (5/4) kemarin,” kata Fany fernandez Aikoli, warga Kelurahan Waiwerang Kota, Kecamatan Adonara Timur,  saat ditemui di Waiwerang, Rabu (7/4/2021).

Fany Fernandez Aikoli, ditemui di Waiwerang, Rabu (7/4/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Fany menyebutkan, sejak Minggu (4/4) akses jalan menuju beberapa kecamatan di sebalah barat Waiwerang seperti Adonara, Witihama, Klubagolit dan Ile Boleng terputus total.

Dia menambahkan, warga pun tidak bisa menuju ke Waiwerang untuk membeli berbagai bahan makanan serta berbagai kebutuhan lainnya seperti bensin dan minyak tanah.

“Sejak ada jembatan warga mulai melintas dan menyerbu berbagai toko yang ada di Waiwerang untuk membeli berbagai barang kebutuhan rumah tangga.Tapi jembatan hanya bisa dilewati orang dan sepeda motor saja,” ujarnya.

Fany menyebutkan, kendaraan dari beberapa kecamatan seperti pick up hanya mengangkut warga dari beberapa kecamatan hingga ke lokasi ujung jembatan yang putus saja.

Ia menambahkan, adanya jembatan darurat membuat warga mulai bisa ke Waiwerang namun berbagai keperluan seperti minyak tanah dan bensin juga stoknya sejak siang sudah habis.

“Banyak warga yang membeli bensin untuk kendaraan bermotor serta minyak tanah untuk memasak menggunakan kompor. Adanya jembatan darurat membuat mobilisasi aparat keamanan bisa lebih lancar,” tuturnya.

Sementara itu Wakil Bupati Sikka, Agustinus Payong Boli menambahkan, dampak banjir bandang membuat 4 jembatan yang menghubungkan beberapa kecamatan di sebelah timur Waiwerang putus.

Agus mengakui, pemerintah kesulitan untuk memobilisasi alat berat dan peralatan sebab tidak ada jembatan dan untuk sementara hanya dibangun sebuah jembatan darurat di Waiwerang menggunakan kayu.

“Putusnya jembatan membuat akses transportasi ke lokasi bencana di Kecamatan Ile Boleng sempat terputus. Namun setelah ada jembatan darurat, akses jalan menuju Ile Boleng sudah bisa dilewati kendaraan roda dua dari Waiwerang,” ujarnya.

Untuk menuju lokasi bencana di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, Cendana News harus memutar melewati jalan di sebelah utara menuju Hinga lalu memutar ke selatan.

Perjalanan memang lebih jauh karena jalan menuju Kecamatan Ile Boleng di selatan terdapat beberapa jembatan yang putus. Tim SAR sedang bekerja mencari jenazah yang masih tertimbun material banjir bandang.

Lihat juga...