Aplikasi Digital Berbasis ‘Story Telling’ Permudah Pemahaman Siswa

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Portofolio atau kumpulan hasil karya siswa dari pelaksanaan tugas belajar yang diberikan guru, diperlukan untuk menilai capaian materi pendidikan yang disampaikan.

“Untuk mempermudah pembuatan portofolio ini, bisa menggunakan aplikasi digital berbasis Sway. Berupa aplikasi story telling yang digunakan untuk membuat presentasi, laporan, resume dan dokumen interaktif lainnya yang menarik,” papar praktisi Sway sekaligus guru TK Aisyiyah 02 Pati, Nurchasanah, S.Pd., M.Pd., dalam seminar kamisan dalam jaringan, yang digelar Smart Learning and Character Center (SLCC) PGRI Jateng, secara daring di Semarang, Kamis (1/4/2021).

Praktisi Sway sekaligus guru TK Aisyiyah 02 Pati, Nurchasanah, S.Pd., M.Pd., saat memaparkan materi dalam seminar kamisan dalam jaringan, yang digelar Smart Learning and Character Center (SLCC) PGRI Jateng, secara daring di Semarang, Kamis (1/4/2021). -Foto: Arixc Ardana

Tidak hanya itu, aplikasi tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh guru, untuk membuat media pembelajaran berbasis story telling atau cerita, sekaligus menyediakan materi pelengkap bagi siswa.

“Di sisi lain, murid atau siswa juga mendapatkan pengalaman baru dalam pengerjaan tugas sekolah, laporan kelas atau bahkan portofolio personal,” terangnya.

Diterangkan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), membawa perubahan yang signifikan terhadap proses pembelajaran. Karena itu, agar pendidik tidak ketinggalan dari perkembangan iptek tersebut, perlu adanya penyesuaian dengan memanfaatkan iptek.

“Penyampaian melalui media visual dapat menarik atau mengarahkan peserta didik, agar dapat berkonsentrasi pada isi pembelajaran yang terkandung dalam media visual tersebut. Sekaligus dapat mempermudah peserta didik dalam memahami pesan atau informasi yang disampaikan dalam pembelajaran. Ini juga membantu peserta didik yang lemah dalam menerima isi pelajaran, sebab materi bisa diulang-ulang, sehingga akhirnya bisa dipahami siswa,” tandasnya.

Menurutnya, mengoperasikan Sway sendiri relatif sangat mudah sekali. Pengguna tinggal mendaftar pada situs tersebut secara gratis. Setelah itu, pengguna sudah memiliki akses ke halaman Sway.

Tak perlu men-download aplikasi apa pun ke gawai untuk menggunakannya. Pengguna yang sudah terdaftar, bisa langsung mengoperasikan program tersebut melalui web.

“Media pembelajaran menggunakan Sway ini lebih memudahkan siswa dalam pembelajaran, sebab bisa kita masukkan beragam konten atau materi, video hingga materi, soal-soal latihan. Ini sangat menarik,” tambahnya.

Namun, saat ini belum banyak tenaga pendidik atau guru yang mengoptimalkan aplikasi tersebut, sehingga perlu dorongan dan pelatihan, agar mereka bisa memanfaatkannya dengan baik.

Ketua SLCC PGRI Jateng, Dr. Saptono Nugrohadi, M.Pd., M.Si., memaparkan pihaknya terus mendorong peningkatan SDM guru dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Termasuk melalui kegiatan seminar kamisan dalam jaringan, yang kali ini membahas tentang aplikasi sway. Kita harapkan, dengan penerapan media pembelajaran berbasis sway atau story telling tersebut, akan membantu guru dalam penyampaian materi pembelajaran secara menarik. Guru bisa memasukkan media apa saja, yang berkaitan dengan materi ajar,” terangnya.

Harapannya tentu di tengah pandemi Covid-19 saat pembelajaran masih dilakukan jarak jauh (PJJ), dengan kreativitas guru tersebut dalam membuat inovasi media pembelajaran, materi yang disampaikan akan menjadi lebih menarik dan mendorong siswa agar tertarik untuk mempelajari materi tersebut.

Lihat juga...