Lebaran CDN

ASN Aceh Dilarang Ikut dan Menggelar Buka Puasa Bersama

Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, didampingi para Asisten dan Staf Ahli Gubernur, memimpin apel Ramadan Pejabat Struktural di jajaran Pemerintah Aceh, di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Banda Aceh, Kamis (15/4/2021) - foto Ant

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melarang seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) baik PNS maupun tenaga kontrak, untuk menghadiri acara buka puasa bersama. Hal itu  bagian dari upaya pengendalian penyebaran COVID-19.

“Para pegawai juga dilarang bepergian ke luar daerah dan melaksanakan mudik sejak 6 hingga 17 Mei 2021, serta tidak mengajukan cuti tahunan pada periode tersebut,” kata Sekda Aceh, Taqwallah, Kamis (15/4/2021).

Para pejabat, akan disanksi, jika ada staf yang melakukan kegiatan dilarang tersebut. “Ini penting dilakukan sebagai bentuk ikhtiar bersama mencegah penyebaran COVID-19. Kita berharap ibadah selama Ramadan tetap tenang dan COVID-19 tidak bangkit di Aceh,” kata Sekda.

Larangan menghadiri halalbihalal dan buka puasa bersama itu tertuang dalam Instruksi Gubernur No. 05/INSTR/2021. Instruksi tersebut dikeluarkan atas dasar Instruksi Mendagri No. 7/2021, tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan COVID-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran COVID-19.

Kemudian sesuai dengan Taushiyah Majelis Pemusyawaratan Ulama Aceh No.2/2021, tentang Pelaksanaan Ibadah Bulan Ramadan dan Kegiatan Keagamaan lainnya di 1442 Hijriah. Sedangkan larangan cuti dan melaksanakan mudik tertuang dalam Surat Edaran Gubernur No. 061.2/7309, tertanggal 12 April 2021. Edaran itu diterbitkan atas dasar Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No.08/2021, tertanggal 7 April 2021.4.15.

Serta menindaklanjuti Surat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Nomor S-21/MENKO/PMK/III/2021 tanggal 31 Maret 2021 perihal Tindak Lanjut Hasil Rapat Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional serta Rakor Tingkat Menteri tentang persiapan Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021 M.

Dalam edaran yang ditandatangani Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, tertulis larangan bepergian dikecualikan bagi ASN, yang melakukan perjalanan dalam rangka melaksanakan tugas kedinasan yang bersifat penting, dan dengan terlebih dahulu memperoleh surat tugas yang ditandatangani oleh minimal Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau kepala SKPA. Sementara yang diizinkan mengambil cuti adalah cuti melahirkan, cuti karena sakit, dan cuti karena alasan penting. (Ant)

Lihat juga...