Lebaran CDN

Australia Percepat Vaksinasi Warga Berusia di Atas 50 Tahun

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, menerima vaksinasi COVID-19 di Castle Hill Medical Center dan melihat pratinjau program vaksinasi COVID-19 pada hari Minggu, di Sydney, Australia (21/2/2021) - foto Dok Ant

MELBOURNE – Australia, berencana mempercepat distribusi vaksin COVID-19 bagi masyarakat yang berusia 50 tahun ke atas. Dan menyarankan mereka yang berusia 50 tahun ke bawah, tidak divaksinasi dengan suntikan AstraZeneca.

“Saran tersebut karena adanya kekhawatiran, terkait pembekuan darah,” kata Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, Senin (19/4/2021).

Pada pertemuan kabinet nasional, para pemimpin negara sepakat untuk mempercepat vaksinasi bagi mereka yang berusia atas 50 tahun, melampaui pekerja garis depan, orang tua, orang cacat, dan orang-orang dengan kondisi medis bawaan. “Hal tersebut dilakukan, dengan persetujuan resmi, kata Morrison.

Mereka setuju untuk mendirikan tempat inokulasi massal, seiring dengan meningkatnya pasokan vaksin. Peluncuran vaksin Australia terhenti, karena tertahannya pasokan di Eropa, dan kekhawatiran tentang pembekuan darah yang terkait dengan vaksin AstraZeneca.

Sementara vaksin AstraZeneca, menjadi simpanan Australia untuk sebagian besar pasokannya. Sejauh ini 1,59 juta suntikan telah diberikan kepada populasi sebanyak 25 juta. Negara tersebut telah meningkatkan pesanan suntikan vaksin Moderna dan Pfizer, yang akan digunakan untuk menyasar orang-orang yang lebih muda, tetapi vaksin tersebut baru akan tiba pada kuartal keempat tahun ini.

Morrison mengatakan, jika orang-orang divaksinasi, dia tidak akan terburu-buru membuka perbatasan negara, menentang seruan dari perdana menteri yang mendesaknya untuk mengurangi pembatasan perjalanan. “Saat ini di Australia, kami hidup dengan cara yang tidak dilakukan oleh negara lain. Vaksinasi akan menjadi mekanisme penting untuk memastikan hal itu tetap terjadi,” kata Morrison, menjelang pertemuan kabinet nasional.

“Tetapi saya juga harus menekankan ini, perbatasan internasional juga merupakan perlindungan yang sangat penting bagi warga Australia dan saya tidak akan melonggarkan pembatasan itu dengan mudah,” tandasnya.

Sejauh ini, Australia hanya memiliki gelembung perjalanan dengan Selandia Baru, yang membuka kembali perbatasannya untuk pengunjung dari seberang Laut Tasman. “Saya tidak setuju dengan komentar yang dibuat minggu lalu, untuk mengatakan bahwa meskipun vaksin itu diluncurkan ke populasi, bahwa kami masih tidak dapat bepergian. Saya tidak percaya itu,” kata Perdana Menteri negara bagian New South Wales, Gladys Berejiklian, sebelum rapat kabinet nasional. (Ant)

Lihat juga...