Awal Tahun 2021, RSUD Tobelo Rawat Sebelas Pasien DBD

TERNATE – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tobelo, Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut), tiga bulan awal tahun 2021 ini telah menangani sebelas pasien Deman Berdarah Dengue (DBD) dan seorang di antaranya meninggal dunia.

Kasubbag Pelaporan dan Rekam Medik RSUD Tobelo, Imelda Utubira dihubungi di Ternate, Rabu, mengatakan, sejauh ini pihak RSUD telah menangani 11 pasien DBD dan seorang di antaranya yang merupakan rujukan dari Bethesda tidak tertolong jiwanya karena dalam kondisi sudah kritis.

Dia merinci, untuk penderita DBD yang ditangani yakni, pada Januari lalu ada 1 pasien. Februari 5 orang pasien dan Maret 5 orang. Pasien tersebut didominasi oleh remaja yang baru berumur di bawah 15 tahun dan yang meninggal dunia sudah duduk di bangku perguruan tinggi.

Diketahui, tahun 2020 pasien yang ditangani oleh RSUD Tobelo berjumlah 53 orang, persentase kesembuhannya hampir 100 persen. Sebab, pada tahun 2020 hanya satu pasien.

“Dengan demikian, kita terus memberikan edukasi terhadap bahaya DBD ke masyarakat. Sampai saat ini setiap minggu kami laporkan kasus DBD ke Dinas Kesehatan kabupaten dan Provinsi, selanjutnya Dinas yang menindaklanjuti ke Puskesmas untuk memberikan sosialisasi di wilayah kerjanya,” katanya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Pemprov Malut menyatakan, untuk tahun 2020, tercatat enam orang meninggal diakibatkan menderita Demam Berdarah Dengue (DBD) tersebar di tiga daerah.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Malut, dr. Rosita Alkatiri, membenarkan, enam penderita meninggal akibat DBD berasal dari Kabupaten Pulau Morotai tiga orang, Kabupaten Halmahera Utara satu orang dan Halmahera Barat dua orang meninggal.

Selain itu, kata Rosita sesuai data DBD untuk Januari – Maret 2020 penderita DBD mencapai 175 orang dimana, pada Januari 2020 mencapai 67 orang, Februari 2020 sebanyak 77 orang dan Maret 2020 mencapai 31 orang dengan kematian enam orang.

“Untuk data DBD selama tahun 2019 ada 1195 kasus dan pengindap DBD mengalami kematian mencapai 16 kasus,” kata dr. Rosita Alkatiri yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Malut tersebut.

“Kami tentunya terus mengimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah Malut untuk tetap menjaga kebersihan dan bersama-sama memberantas sarang nyamuk untuk mencegah terjadinya DBD, sehingga menekan tingginya angka penderita DBD,” ujarnya. (Ant)

Lihat juga...