Banjir Bandang di Adonara Sisakan Lumpur Penuhi Rumah Warga

Editor: Makmun Hidayat

LARANTUKA — Banjir bandang yang menggenangi wilayah Pulau Adonara,Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) Minggu (4/4), mengakibatkan ratusan rumah warga rusak dan tergenang lumpur.

“Rumah warga dan kantor pemerintah serta fasilitas umum lainnya masih tergenang lumpur,” kata Fany Fernandez Aikoli, warga Kelurahan Waiwerang Kota, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, saat ditemui di Waiwerang, Rabu (7/4/2021).

Fany menyebutkan, warga berusaha mengeluarkan lumpur yang rata-rata setinggi 30 sentimeter menggunakan peralatan seadanya seperti sekop dan ember untuk mengangkut lumpur cair.

Fany Fernandez Aikoli, ditemui di Waiwerang, Rabu (7/4/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Selain itu sebutnya, masih banyak rumah warga, kantor pemerintah dan fasilitas umum yang juga dipenuhi bebatuan dan kayu serta sampah lainnya yang juga belum dibersihkan.

“Hingga saat ini banyak warga yang membiarkan rumahnya tergenang lumpur dan material karena kesulitan untuk membersihkannya. Sampai saat ini bantuan alat berat dari pemerintah belum tiba,” ujarnya.

Fany mengkui, rumahnya pun tergenang lumpur tetapi tidak mengalami kerusakan sebab semua material banjir tertahan di depan pagar rumahnya yang berada persis di samping jalan raya utama.

Ia menambahkan, warga banyak yang mengungsi ke posko pengungsian sehingga tidak membersihkan rumah mereka dari terjangan material lumpur dan hanya mengamankan barang berharga saja.

“Kejadiannya tiba-tiba dan tengah malam sehingga banyak terjadi korban jiwa.Tak lama berselang,jaringan listrik juga padam sehingga warga kesulitan untuk menyelamatkan diri,” ujarnya.

Fany berharap agar pemerintah segera menyalurkan bantuan sembako,obat-obatan, pakaian, selimut serta kasur dan bantal bagi para pengungsi dan warga terdampak bencana.

Sementara itu, pengungsi lainnya Aminah yang ditemui di Waiwerang mengakui rumahnya pun masih tergenang banjir lumpur dan sulit membersihkannya karena tidak memiliki peralatan.

Aminah mengatakan, dirinya bersama keluarga terpaksa meninggalkan rumah karena takut terjadi banjir susulan sehingga hanya membawa pakaian seadanya dan barang berharga.

“Kami terpaksa mengungsi karena takut akan terjadi banjir susulan apalagi air banjir di kali masih besar. Jalanan di Waiwerang pun beberapa ruasnya masih tergenang lumpur,” ucapnya.

Aminah berharap agar pemerintah segera memberikan bantuan bagi warga terdampak dan para pengungsi yang sampai saat ini masih bertahan di posko pengungsian.

Lihat juga...