Banjir Bandang Landa Flotim, Puluhan Orang Meninggal Dunia

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LARANTUKA – Banjir bandang melanda beberapa kecamatan di Pulau Adonara seperti Kecamatan Wotan Ulumado, Ileboleng dan Adonara Timur di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengakibatkan puluhan orang meninggal dunia.

“Banjir bandang menerjang beberapa kecamatan tadi subuh, Minggu (4/4/2021) sekitar pukul 02.00 WITA dan menyebabkan puluhan orang meninggal dunia,” kata Wakil Bupati Flores Timur, NTT, Agustinus Payong Boli saat dihubungi Cendana News, Minggu (4/4/2021).

Wakil Bupati Kabupaten Flores Timur, NTT, Agustinus Payong Boli saat ditemui di Kota Larantuka, Senin (29/3/2021). Foto: Ebed de Rosary

Agus sapaannya menyebutkan, korban terbanyak di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng mencapai puluhan orang meninggal dan korban yang sudah dievakuasi baru belasan orang.

Dia menambahkan, ada puluhan orang lainnya masih dilakukan pencarian karena tertimbun material longsoran seperti pasir, batu dan tanah serta terbawa banjir bandang.

“Di Kecamatan Adonara Timur ada 4 orang meninggal, Desa Oyang Barang Kecamatan Wotan Ulumado 3 korban hilang, Desa Nelelamadike Kecamatan Ile Boleng puluhan orang meninggal dunia,” jelasnya.

Agus menyebutkan, alat berat sedang dikerahkan dan kesulitannya beberapa ruas jalan menuju lokasi terdampak bencana terputus dan tertutup material banjir bandang dan longsor.

Dia katakan, Pemerintah Kabupaten Flores Timur sudah meminta bantuan dari TNI dan Polri untuk mengerahkan personelnya ke lokasi terdampak bencana.

Selain itu tambahnya, juga dilakukan koordinasi dengan Pramuka, Tagana dan organisasi pemuda lainnya agar bisa bergerak membantu penanganan bencana di Adonara.

“Bencana hampir terjadi di seluruh kecamatan seperti Adonara Timur, Wotan Ulumado dan Ile Boleng. Ini bencana luar biasa sejak terjadi banjir bandang di Kota Larantuka tahun 1979 dan gempa serta tsunami tahun 1992,” ungkapnya.

Agus menambahkan, beberapa wilayah pesisir di pantai utara Pulau Adonara seperti di Kecamatan Adonara Barat, air laut masuk ke perkampungan akibat gelombang tinggi.

Sementara itu, seorang warga Kabupaten Flores Timur, Yamin Lewar yang menghubungi Cendana News mengabarkan bahwa dirinya mendapat informasi dari teman di Adonara terkait bencana banjir bandang.

Yamin menyebutkan, diperkirakan korban jiwa bisa mencapai puluhan orang karena banjir bandang mengakibatkan rumah-rumah milik warga banyak yang rusak dan terkena longsor.

“Infromasinya masih banyak warga yang masih dalam pencarian karena ada yang tertimbun longsor dan terbawa banjir bandang. Kejadiannya saat Subuh dimana warga sedang tertidur lelap,” ucapnya.

Lihat juga...