Banjir Bandang Sebabkan Sejumlah Event di Larantuka Ditunda

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LARANTUKA – Event virtual budaya dan religi Bale Nagi yang direncanakan digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Flores Timur (Flotim) Nusa Tenggara Timur (NTT) ditunda pelaksanaannya akibat adanya banjir bandang pada beberapa kecamatan di Pulau Adonara.

Sekertaris Dinas Pariwisata Kabupaten Flores Timur, NTT, Rin Riberu saat ditemui di Kelurahan Lokea, Kota Larantuka, Rabu (31/3/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Event virtual Bale Nagi yang direncanakan akan berlangsung Selasa (6/4/2021) terpaksa ditunda akibat banjir bandang di Pulau Adonara,” kata Rin Riberu, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flotres Timur, NTT saat dihubungi, Minggu (4/4/2021).

Rin menyebutkan, dalam event yang digelar secara virtual tersebut dan disiarkan langsung di kanal Youtube tersebut akan dipentaskan film Samanta dan tarian Muro Ae yang merupakan tarian tradisional Flores Timur.

Selain itu kata dia, juga akan dipentaskan puisi Tuan Ma, pantun Semana Santa, irama Qasidah serta pesan damai yang mana segala persiapannya telah dilaksanakan dengan matang.

“Hari ini, kita semua prihatin, bersedih dan ikut merasakan duka mendalam karena kejadian bencana banjir di Adonara. Atas keprihatinan itu maka event virtual Bale Nagi ditunda hingga waktu yang belum dipastikan,” terangnya.

Rin menambahkan,Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur mohon maaf untuk semua pihak yang terlibat dalam event ini atas ditundanya kegiatan yang baru direncanakan berlangsung tahun 2021 ini.

Dia menambahkan, dinasnya mengucapkan turut bersimpati atas bencana yang terjadi dan berharap semoga semua korban segera ditemukan dan keluarga yang berduka dikuatkan menghadapi kejadian ini.

“Kami dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan turut bersimpati atas tragedi ini. Semoga semua proses pemulihannya berjalan lancar. Mari bersama kita berbagi duka ini dengan saling membantu dan menguatkan,” ucapnya.

Sementara itu seorang warga Kota Larantuka, Emilia Riberu mengakui memaklumi ditundanya event yang baru pertama kali diadakan ini akibat adanya kejadian bencana banjir bandang.

Emi sapaannya mengatakan sebenarnya kegiatan ini dilaksanakan karena ritual Semana Santa di Kota Larantuka tidak terlaksana selama 2 tahun berturut-turut sejak tahun 2020 akibat pandemi Corona.

“Banyak orang yang penasaran dengan digelarnya event budaya dan religi Bale Nagi guna mengobati dibatalkannya ritual Semana Santa yang biasanya diikuti ribuan peziarah. Namun kita bisa memahami alasan penundaan pelaksanaannya,” ungkapnya.

Lihat juga...