Banjir Rob Terjang Pantura Sikka

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Banjir rob akibat angin kencang dan gelombang besar menghantam Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejumlah tempat usaha dan rumah penduduk terendam banjir.

“Sejak kemarin gelombang besar dan angin kencang menyebabkan air menggenangi tempat usaha saya,” ujar Ignas Kassar pemilik cottage dan restoran Blue Ocean, saat dihubungi, Jumat (2/4/2021).

Ignas menyebutkan, akibat gelombang tinggi air laut menerjang masuk hingga ke darat dan menggenangi tempat usahanya yang berada hanya sekitar 3 meter dari bibir pantai.

Ignas Kassar saat ditemui Cendana News, Rabu (20/1/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Dia mengatakan, banjir rob kian parah setelah adanya pembangunan turap pengaman pantai yang tidak menutupi semua wilayah pantai di bagian timur Kecamatan Kangae.

“Turap pengamanan pantai dan pemecah gelombang tidak menjangkau seluruh wilayah timur Kota Maumere sehingga terjangan gelombang menyebabkan banjir rob menggenangi wilayah kami,” ujarnya.

Sementara itu Camat Alok, Pedro Rodriques mengatakan, banjir rob akibat gelombang tinggi yang melanda pantai utara Flores menyebabkan beberapa desa di wilayah kepulauan di Kabupaten Sikka tergenang air.

Pedro menjelaskan, di Pulau Sukun Desa Semparong, warga mengungsi ke dua sekolah yang berada di pulau ini yakni SMP Satap Semparong dan SD Semparong guna mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diiinginkan.

“Kepala Desa Semparong menghubungi saya mengabarkan kondisi banjir rob akibat angin kencang dan gelombang tinggi sehingga rumah warga terendam air laut,” ujarnya.

Pedro menambahkan, ketinggian air mencapai sekitar 15 sentimeter dan terus mengalami kenaikan sehingga kepala desa mengarahkan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Dia mengatakan, selain itu warga di Pulau Pemana yang meliputi Desa Pemana dan Desa Gunung Sari juga terancam banjir rob sehingga warga diminta untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem ini.

“Kalau di Pulau Sukun Desa Semparong, banjir rob sudah berlangsung sejak Rabu (31/3) sementara di Pulau Pemana banjir rob mulai berlangsung sejak hari ini, Jumat (2/4),” ungkapnya.

Pedro meminta agar warga yang bermukim di beberapa pulau di Pantai Utara Flores seperti Pulau Sukun, Pemana, Kojadoi, Parumaan, Dambila dan Pulau Besar untuk selalu waspada.

Lihat juga...