Lebaran CDN

Banyak Petani Cabai di Sangihe Alami Gagal Panen

SANGIHE – Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Golfried Pella mengatakan, penyebab mahalnya harga cabai di pasaran karena banyak petani gagal panen.

“Banyak petani cabai di Sangihe gagal panen membuat harganya sangat mahal di pasaran saat ini,” kata Golfried Pella di Tahuna, Senin.

Menurut dia, penanaman cabai yang dilakukan petani bulan Oktober sampai Desember hanya sedikit yang berhasil disebabkan oleh cuaca ekstrem di akhir tahun 2020.

Namun demikian kata dia, kondisi saat ini sangat menguntungkan petani yang berhasil melakukan panen.

“Harga cabai di tingkat petani saat ini Rp80 ribu per kilogram. Ini sangat menguntungkan petani yang berhasil melakukan panen,” kata dia.

Dia mengatakan produksi cabai saat ini sudah semakin meningkat dengan catatan curah hujan normal.

“Kalau curah hujan normal maka bulan Mei, harga cabai sudah menjadi normal karena sudah masuk musim panen,” kata dia.

Dari pantauan di pasar tradisional Towo Tahuna, cabai rawit masih dijual dengan harga Rp110 ribu per kilogram. (Ant)

Lihat juga...