Lebaran CDN

Banyumas Siapkan Rapid Antigen untuk Pemudik Bandel

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Meskipun larangan mudik sudah dikeluarkan pemerintah jauh-jauh hari, namun bisa dipastikan gelombang pemudik tetap akan masuk ke wilayah Banyumas. Karenanya Pemkab Banyumas menyiapkan rapid antigen untuk para pemudik dengan skema gratis bagi pemudik tidak mampu dan berbayar bagi pemudik yang dipandang mampu.

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, semua pemudik yang masuk ke wilayah Banyumas harus menjalani rapid antigen terlebih dahulu. Sehingga sebagai konsekuensinya, pemkab harus menyediakan rapid antigen.

“Untuk pemudik yang tidak mampu, harus dibuktikan dengan adanya surat keterangan tidak mampu dari desa, nanti akan kita berikan rapid antigen gratis. Tetapi bagi pemudik yang mampu secara ekonomi, harus rapid antigen mandiri, artinya tetap membayar sendiri,” terangnya, Jumat (16/4/2021).

Mengingat stok rapid antigen di Banyumas tidka terlalu banyak, maka mendekati lebaran, pemkab akan meminta bantuan rapid antigen ke Provinsi Jawa Tengah sebanyak 10.000 dosis.

“Kita perkirakan jumlah pemudik yang masuk ke Banyumas, baik yang sebelum tanggal larangan ketentuan mudik ataupun yang masuk secara diam-diam, total bisa mencapai 20.000 orang. Sehingga kita akan meminta bantuan stok rapid antigen ke provinsi,” katanya.

Menurut Husein, ketentuan wajib rapid antigen bagi pemudik mutlak dilaksanakan, demi mencegah munculnya klaster-klaster baru. Sekarang ini, lanjutnya, kondisi Banyumas relatif stabil dan angka positif Covid-19 terus menurun. Kondisi tersebut harus tetap dijaga, jangan sampai momentum mudik lebaran menjadi titik balik bertambahnya angka positif Covid-19.

Selain menambah stok rapid antigen untuk kalangan pemudik, juga peru dipikirkan penambahan jumlah tenaga kesehatan untuk melakukan rapid antigen.

Banyaknya pemudik yang nekad masuk ke wilayah Banyumas ini, kata Husein, akan terdeteksi karena pihaknya sudah mengintruksikan kepada gugus tugas di tingkat RT dan RW untuk melakukan pengawasan khusus terhadap pendatang, dalam hal ini adalah pemudik. Sehingga sekalipun di desa terpencil, kedatangan pemudik akan terpantau dan dilaporkan.

“Gugus tugas di tingkat RT dan RW kita aktifkan kembali dan mereka sudah paham terkait mekanisme kerjanya, apa saja yang harus dilakukan, yang pasti memastikan di lingkungannya tidak ada pemudik yang datang tanpa menjalani rapid antigen terlebih dahulu,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengatakan, pemudik menjadi salah satu sasaran rapid antigen. Saat ini Banyumas sendiri hanya tersedia sekitar 12.000 rapid antigen, sehingga perlu ada penambahan untuk menangani pemudik.

“Instruksi Pak Bupati, seluruh pemudik harus menjalani rapid antigen terlebih dahulu, kecuali bagi yang bisa menunjukkan surat keterangan sudah melakukan rapid antigen dan dinyatakan negatif,” tuturnya.

Lihat juga...