Lebaran CDN

BBM Langka, Wabup Bengkalis Tegur Pemasok

BENGKALIS — Wakil Bupati Bengkalis, Provinsi Riau, Bagus Santoso memberikan teguran keras kepada sejumlah penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ada di Pulau Bengkalis akibat kelangkaan yang terjadi dalam seminggu belakangan ini.

“Bisnis iya tapi jangan main-main. Jangan sampai ada yang mengambil keuntungan di balik semua kejadian,” kata Bagus Santoso saat dikonfirmasi di Bengkalis, Kamis (15/4/2021).

Dia mengatakan Pertamina tegas menyatakan tidak mengurangi jatah minyak di Kabupaten Bengkalis tapi kenapa terjadi kelangkaan BBM.

Diungkapkannya, Pertamina memang mempunyai keinginan mengalihkan BBM jenis premium ke pertalite namun di Bengkalis belum diterapkan.

Dia juga memerintahkan kepada Kadis Perdagangan dan Perindustrian untuk koordinasi dengan Pertamina mendapatkan data konkrit jumlah BBM untuk pasokan di Pulau Bengkalis.

“Nanti kita croscek kalau ada yang main main, kita serahkan ke satgas untuk menindaklanjuti,” tegas Wabup.

Pemkab Bengkalis akan membuat surat kerjasama sekaligus Surat Peringatan (SP) kepada enam SPBU jika pada proses perjalanan tidak konsisten memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Terus terang banyak kolega perusahaan antre siap masuk Bengkalis menggantikan posisi jika perusahaan yang diberikan izin usaha sekarang tidak sanggup,” kata Wabup.

Di Pulau Bengkalis sendiri mendapat jatah sebanyak 1.335 kiloliter premium dan 470 kiloliter solar. Sementara untuk pertalite diberikan kebebasan untuk pihak perusahaan mengambilnya sehingga tidak ada alasan perusahaan mengatakan tidak ada BBM.

Saat ini ada enam perusahaan penyalur BBM untuk pasokan pulau Bengkalis PT Bumi Laksamana Jaya di Desa Air Putih dengan jumlah premium 300 kl dan solar 50 kl, PT Nurwati Maju Bersama Desa Wonosari (premium 240 kl dan solar 100 kl), CV Bahtera Sentosa Jaya di Desa Senggoro (premium 250 kl dan solar 40 kl), PTD Surya Abadi Utama di Desa Teluk Latak (premium 160 kl dan solar 70 kl), Hendri Sukamto Halim Desa Selatbaru (premium 210 kl dan solar 110 kl), dan Agus Guritno di Desa Teluk Panbang (premium 175 kl dan solar 100 kl).

Dengan jumlah tersebut, seharusnya persediaan BBM di Pulau Bengkalis aman, namun sejumlah perusahaan penyalur minyak mengaku terdapat permasalahan dalam pengambilan dan pendistribusiannya.

“Kendala kami di lapangan saat ini mobil yang beroperasi hanya tiga dari lima yang tersedia. Hal tersebut dikarenakan dua yang bermasalah di Polda,” ujar Edi perwakilan PT Nurwati Maju Bersama.

Sementara Bagian ADM CV Bahtera Sentosa Jaya, Hartuti mengungkapkan dua kendala yang menyebabkan kelangkaan BBM di Pulau Bengkalis yakni mobil baru direnovasi dan sopir tidak bisa masuk ke dalam depot.

“Jadi mereka masih antre di luar, jika masukpun SPBU lain didulukan, sehingga mengalami keterlambatan tiba di Bengkalis,” ujar Hartuti. (Ant)

Lihat juga...