Lebaran CDN

Begini Cara Merawat Miana Agar Tetap Cantik

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

TUBAN — Bagi pecinta tanaman hias tentu sudah tidak asing lagi dengan tanaman bernama latin Coleus scutellarioides atau yang lebih populer disebut Miana. Tanaman ini memilik corak warna daun yang cantik sekaligus termasuk dalam jenis tanaman yang mudah untuk dibudidayakan dan dirawat. Namun demikian, jika salah dalam melakukan perawatan, warna daun Miana justru akan pudar.

Salah satu pecinta tanaman hiasa Miana, Siti Henik Nur Azizah menjelaskan, cara perbanyakan bisa dilakukan secara generatif menggunakan biji maupun vegetatif melalui stek batang dengan cara memotong bagian batang sepanjang 15-20 cm.

“Dibandingkan dengan cara generatif, perbanyakan Miana biasanya lebih sering dilakukan secara vegetatif melalui stek batang karena lebih mudah dan lebih cepat pertumbuhannya. Setelah dipotong, batang bisa langsung ditancapkan ke tanah kemudian tinggal ditunggu selama dua minggu akar sudah tumbuh dan siap dijual,” jelasnya kepada Cendana News saat ditemui di rumahnya di Desa Tegalbang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Senin (26/4/2021).

Lebih lanjut dikatakan perempuan yang akrab disapa Bunda Anita ini, perawatan Miana terbilang sangat mudah, karena air yang cukup dan sinar matahari penuh. Kemudian, jika tanaman lain butuh tanah yang poros tapi kalau Miana dia butuh tanah yang bisa menyimpan air jadi tidak perlu media sekam. Miana juga termasuk jenis tanaman yang suka air, sehingga jika penyiraman terlambat dilakukan akan membuat Miana layu.

“Penyiraman umumnya dilakukan 1-2 hari sekali,” terangnya.

Kemudian, agar tampilan warna daunnya lebih cerah, lebih baik tidak diletakkan ditempat yang teduh karena Miana membutuhkan sinar matahari penuh.

“Kalau ditaruh tempat teduh biasanya warna Miana akan pudar. Merahnya tidak bisa merah tajam tapi merah pudar. Hijau kadang bisa berubah,” sebutnya.

Bahkan uniknya warna daun Miana bisa bermutasi berganti warna tergantung cuaca dan kondisi lingkungan sekitar. Selain itu agar pertumbuhanya tetap rimbun dan tidak menjulang terlalu tinggi, sebaiknya batang Miana kerap dipangkas, tandasnya.

Ditambahkan Bunda Anita, hingga saat ini dirinya masih terus menambah koleksi Miana dari berbagai daerah di Indonesia. Karena menurutnya setiap daerah memiliki Miana dengan karakternya masing-masing.

“Sekarang sudah lebih dari 100 jenis Miana yang saya koleksi diantaranya jenis Arjuna, Bima, Nakula Sadewa, Sinta, Negro, Sayap Garuda, Tokek, Salju, Armi, Putri Ayu dan lain sebagainya,” sebutnya.

Sementara itu salah satu pembeli, Agus, mengaku mulai tertarik dengan Miana karena ragam corak warna yang dimiliki.

“Corak warna daunnya beragam dan bentuk daunnya bervariasi, jadi bingung mau pilih yang mana,” pungkasnya.

Lihat juga...