Lebaran CDN

Berbagai Tradisi Masyarakat Sinjai Tercatat Sebagai KIK

Wakil Bupati Sinjai, Hj Andi Kartini, pada penerimaan sertifikat Kekayaan Intelektual komunal - foto Ant

MAKASSAR – Tradisi budaya masyarakat Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Marimpa Salo dan Laha Bete, tercatat Sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) milik masyarakat dan Pemkab Sinjai.

Wakil Bupati Sinjai, Hj Andi Kartini mengatakan, sudah menerima surat pencatatan KIK dari Direktur Hak Cipta dan Desain Industri Itjen Kekayaan Intelektual, Kemenkumham. Pencatatan KIK tersebut harus disyukuri tersendiri oleh masyarakat dan pemerintah di Sinjai, karena berarti kekayaan adat tersebut sudah mendapatkan perlindungan hukum dan pengakuan negara. “Ini merupakan bentuk perlindungan hukum sekaligus pengakuan negara terhadap Kekayaan Intelektual Komunal di daerah,” katanya, Sabtu (24/4/2021).

Dengan adanya pengakuan tersebut, klaim dari negara ataupun daerah luar tidak dapat lagi dilakukan. Adapun Surat Pencatatan KIK ini terdiri dari 10 Ekspresi Budaya Tradisional dari Sinjai, yakni Marimpa Salo, Mappogau Sihanua, Mappogau Hanua, Tari Ma’dongi, Maddui’ Aju, Perjanjian Topekkong, Pasang Baju Karampuang, Tari Burung Alo, Rumah Adat Karampuang, Massulo Beppa.

Selain itu, terdapat empat Pengetahuan Tradisional yakni Laha Bete, Laha Racci, Minas dan Poto’-Poto. Berkaitan dengan hal tersebut, dia berharap masyarakat bersama pemerintah Sinjai dapat melestarikan dan tetap menjaganya sebagai warisan leluhur yang kelak masih dapat dinikmati oleh generasi selanjutnya. (Ant)

Lihat juga...