Lebaran CDN

Berprestasi di Taekwondo, Mahasiswi ITN Ini Tetap Utamakan Pendidikan

Editor: Makmun Hidayat

MALANG — Mengenal Taekwondo sejak duduk dibangku Sekolah Menengah Atas (SMA), mahasiswiTeknik Geodesi semester 6, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Bernika Natasya Ifada, telah mengikuti berbagai kejuaraan hingga berhasil beberapa kali meraih medali. 

Diceritakan, anak bungsu dari empat bersaudara ini mengaku tertarik dengan bela diri Taekwondo karena melihat tiga saudaranya yang sudah lebih dulu menekuni olahraga bela diri.

“Semua saudara ikut bela diri. Saya dan dua orang kakak ikut Taekwondo dan satu orang lagi ikut pencak silat,” ucapnya kepada Cendana News, Jumat (30/4/2021).

Awal berlatih Taekwondo, dara asal Jember ini mengaku hanya sekadar hobi. Namun seiring dengan berjalannya waktu, bagi Natasya, Taekwondo sudah menjadi olahraga yang melekat dalam dirinya dan tidak bisa ia tinggalkan.

Terlebih menurutnya, dengan rutin berlatih Taekwondo bisa menambah rasa percaya diri sekaligus mampu meningkatkan kedisiplinan bagi dirinya. Karenanya tak heran jika beberapa prestasi dan juga medali berhasil Tasya raih dari berbagai kejuaraan Taekwondo yang pernah ia ikuti.

Semasa duduk di bangku SMA Negeri 1 Jember, Tasya telah berhasil menyabet medali perak Kyorugi Junior Female U-53 di ajang Kejuaraan Daerah Taekwondo Piala KONI Surabaya 2017. Di tahun yang sama, ia juga mampu meraih medali perunggu Kyorugi Junior Female U-57 di kejuaraan provinsi Taekwondo antar pelajar Piala Bupati Pasuruan.

Kemudian di tahun 2018, Tasya kembali meraih medali perunggu Kyorugi Senior Female U-57 di Kejuaraan Taekwondo Piala Koni 2018 Kabupaten Jember.

Tidak sampai di situ, capaian prestasi Tasya terus melejit kala menempuh pendidikan di bangku perkuliahan di ITN Malang. Bahkan sejak menjadi Mahasiswa Baru (Maba) semester satu, ia sudah mulai mengikuti kejuaraan dan berhasil meraih medali emas UM CUP 2018 dalam kategori Senior Female Poomsae Individual.

Menurut Tasya, keberhasilannya meraih medali di ajang UM CUP tersebut merupakan momen sangat berkesan karena ia baru pertama kali turun di kategori poomsae dan bisa langsung mendapatkan medali emas.

“Dari dulu memang saya ingin di kategori poomsae dan baru kesampaian turun di kejuaraan UM CUP. Alhamdulillah bisa langsung dapat medali emas, setelah itu selalu ikut di kategori poomsae,” ungkapnya.

Kemudian di tahun 2020, Tasya berhasil memborong dua medali sekaligus yakni medali perak di kategori Senior Female Poomsae Individual dan medali perunggu di kategori Kyorugi Female Senior U-62 dalam Kejuaraan 2nd Instiper Taekwondo Championships se DIY-Jateng dan Invitation.

Terbaru, putri dari pasangan suami istri Suyanto dan Siti Ma’rifah tersebut mampu mampu meraih medali perak di kategori Senior Female Poomsae Taegeuk 6 dalam ajang Indonesia Best of the best Maluku Nasional Poomsae and Speedkicking Taekwondo Championships 2021. Selain itu, sejak tahun 2019, Tasya juga didaulat menjadi ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo ITN Malang.

“Agenda terdekat selanjutnya, di awal bulan Juni 2021 kami dari UKM Taekwondo ITN Malang juga akan mengikuti Kejuaraan Bandung Internasional,” sebutnya.

Lebih lanjut disampaikan Tasya, di tengah kesibukannya berlatih Taekwondo, perempuan yang bercita-cita menjadi dosen ini tetap mengutamakan pendidikannya dan bertekad untuk bisa lulus kuliah tepat waktu.

“Sekarang sudah semester enam, jadi saya harus pintar-pintar membagi waktu antara kuliah, latihan dan kegiatan lainnya. Karena bagaimanapun juga pendidikan tetap yang utama,” ucap pemilik sabuk merah Taekwondo tersebut.

“Ke depan, saya juga ingin ambil sabuk hitam agar bisa membuka tempat latihan Taekwondo untuk anak kecil,” tandasnya.

Sementara itu kedua orangtua Tasya kompak mendukung putra putrinya menggeluti olahraga bela diri, termasuk Tasya.

“Asalkan semua mengarah pada kegiatan yg sifatnya positif, sebagai ibu saya sangat mendukung dan memberikan motivasi yg terbaik, agar Tasya bisa terus berprestasi,” ucap Siti Ma’rifah, Ibu Tasya.

Senada sang Ayah, Suyanto, juga turut mendukung putri bungsunya tersebut untuk terus berlatih Taekwondo sebagai salah satu upaya melindungi diri ketika tidak terpantau oleh orangtua.

“Selain sebagai olahraga yang positif, Taekwondo juga bisa menjadi perisai untuk melindungi diri di saat anak-anak tidak terpantau dari pengawasan orang tua,” pungkasnya.

Lihat juga...