Lebaran CDN

Budi Daya Bonsai, Kreasi yang Menjanjikan Pundi Rupiah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Budi daya bonsai menjadi bagian dari hobi yang mampu memberi nilai rupiah jika dilakukan dengan kesungguhan hati. Menjiwai alam, menjadi salah satu kunci sukses dalam memelihara dan merawat aneka pohon untuk dijadikan bonsai.

“Bonsai menjadi pajangan di halaman Salma Teracce, pengunjung bisa menikmati suasana alam dengan aneka bonsai sambil menikmati menu sajian yang tersedia,” ucap Tarmizi, kepada Cendana News ditemui di Purigading, Jatimelati, Kota Bekasi, Selasa (27/4/2021).

Bonsai aneka pohon memenuhi halaman kafe Salma Terrace di Purigading. konsep tersebut sebagai bentuk pameran bonsai kepada pengunjung atau pun orang yang melintas. Selain budi daya, perawatan bonsai juga ada di halaman kafe tersebut, dijual jika ada yang berminat.

Menurutnya, harga bonsai cenderung stabil, selain umur, klasifikasi bentuk juga menentukan harga. Namun demikian, dari sejumlah pohon, diakuinya bonsai anting putri masih merajai di Kota Bekasi.
Klasifikasi bonsai tergantung kelas, jika ada di kelas regional madya, harganya bisa di atas Rp50 juta.

“Bonsai jenis anting putri masih meramaikan kontes karena keindahannya. harganya pun bervariasi, ukuran kecil saja bisa mencapai Rp4 juta,” ujarnya sambil menunjukkan salah satu bonsai jenis anting putri yang masih tahap perawatan.

Ia selain menjual aneka bonsai yang dipajang juga menyediakan layanan untuk pohon yang tidak dirawat di rumah oleh pemiliknya, agar dirawat di tempatnya.

“Soal harga bonsai sebenarnya tidak ada pasaran khusus. Harga mengikuti saja, disesuaikan dengan bentuk dan umur. Ini tentunya berlaku untuk semua jenis. Bahkan ada harga Rp40 juta yang dijual di sini,” paparnya menunjuk harga bonsai Rp40 juta karena umurnya diperkirakan di atas 40 tahunan.

Kepada pengunjung kafe yang melihat berkeliling, ia pun memberikan edukasi soal perawatan bonsai yang benar. Menyiram secara berkala, menyikat batang agar tidak menjamur, mengecek pupuk, dan melakukan pemangkasan, menyesuaikan karakteristik pohon.

Diakuinya, memang tidak memajang di media sosial untuk ditawarkan. Namun lebih memilih mengikuti kontes agar bisa bertemu langsung dengan kolektor. Baginya, bonsai adalah juga soal kepercayaan antarpribadi.

Dalam perawatan, ia dibantu seorang tukang kebun, bernama Eko, yang melakukan pemangkasan dan memberi kawat pada dahan pohon. Tidak ada perawatan khusus sama seperti budi daya tanaman pada umumnya.

“Budi daya bonsai ini sebenarnya adalah seni dalam memelihara tanaman. Sehingga harga jualnya pun menyesuaikan. Bahkan punya pak bos ini sering dipesan dari luar negeri,” jelas Eko.

Lihat juga...