Lebaran CDN

Budidaya Ayam Kalkun di Lahan Kosong Kota Bekasi

BEKASI — Banyak lahan kosong di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, milik perusahaan tertentu oleh warga sekitar digarap untuk dijadikan tempat usaha, seperti peternakan, budidaya ikan ataupun budidaya sayuran.

Pemanfaatan lahan kosong oleh warga tersebut masih banyak dijumpai seperti di wilayah Jatiasih ataupun Mustika Jaya. Di dua wilayah terdapat banyak lahan kosong milik perusahaan yang belum dibangun dan oleh warga dijadikan lahan garapan, kolam ikan, budidaya sayuran dan lainnya.

Seperti dilakukan Agus Maryanto, yang memanfaatkan lahan kosong untuk budidaya lele di Jatiasih, Kota Bekasi. Ia menggarap lahan kosong dekat tol wilayah setempat untuk budidaya lele. Sebagai tambahan ia pun memelihara ayam kalkun dengan membuat kandang kecil di sekitar gubukan yang dibuatnya.

“Ayam kalkun ini pakan utamanya aneka sayuran seperti kangkung, bayam atau eceng gondok bahkan sampai daung pisang pun di makan. Bahan baku ini banyak di wilayah Jatiasih, karena lokasi ini, jadi sentra tanaman sayuran,” ungkap Agus kepada Cendana News, mengakui alasan ikut memelihara kalkun, Senin (12/4/2021).

Agus Maryanto, pembudidaya lele dan ayam kalkun di Jatiasih Kota Bekasi, ditemui Cendana News, Senin (12/4/2021). -Foto: M. Amin

Dikatakan, kangkung, bayam dan sayuran lainnya biasa di dapat dari sisa panen petani di sekitar wilayahnya. Kemudian aneka sayuran itu dipotong kecil-kekcil lalu dicampur dengan bekatul dan konsentrat dan diberi air diaduk menjadi adonan begitu.

Menurutnya, perawatan kalkun cukup mudah, karena hewan ternak satu ini, hanya makan dua kali dalam sehari pagi dan sore. Namun demikian ungkap Agus, sekali pemberian pakan harus banyak bisa satu kilo. Sintrat dan bekatul juga dimakan sama lele.

“Banyak manfaat dari ayam kalkun selain daging, telurnya pun laku di pasaran. Biasanya pasaran satu ekor ayam kalkun bisa tembus Rp250 ribu,” jelasnya.

Agus, mengaku memiliki beberapa ekor indukan kalkun dan satu pejantan yang dibudidayakan di lahan kosong tersebut. Biasanya setelah dikawinkan hanya butuh waktu 12 hari langsung bertelur.

Lebih lanjut dikatakan setelah menetes selang beberapa hari maka indukan dan anakannya dipisahkan ke tempat khusus dengan diberi penerangan sebagai penghangat.

“Ada saja yang datang untuk membeli anakan, ataupun telur, satu telur harganya biasa Rp15 ribuan. Anakannya biasanya dibeli juga tapi harganya tidak menentu kesepakatan saja,” tutur Agus.

Berdasar pengalaman, jelasnya anakan ayam kalkun rentan terserang flu. Setelah diperhatikan ternyata karena saat minum kepala anak kalkun terlalu masuk ke dalam air. Saat ini Agus mengaku membuat tempat khusus untuk minum.

Seno, di tempat sama menambahkan ternak ayam kalkun memerlukan perhatian khusus jika dilakukan skala besar. Terutama terkait kebersihan kandang, karena pemberian pakan tidak ditabur di lantai seperti ayam biasa tapi disediakan tempat khusus.

“Ayam kalkun ini, tidak makan jagung seperti ayam biasa, tetapi dedek, konsintrat dan aneka sayuran hijau. Sebenarnya kalkun di usia dua bulan sudah layak di panen, tapi peminat daging hanya tertentu saja, entah karena mahal atau jarang yang menyukainya” jelas Seno.

Seno, dan Agus budidaya ikan lele di lahan kosong Jatimekar. Budidaya kalkun hanya sambilan karena hobi dan menyukai unggas ukuran besar dan berleher panjang tersebut.

Lihat juga...